Pelita Hati: 16.10.2019 – Tak Bersandiwara

0
761 views

Bacaan Lukas 11:42-46 

Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.” Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

Sahabat pelita hati,

KINI Yesus menyampaikan kecaman terhadap orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang hidupnya mengabdi pada kemunafikan dan kepura-puraan. Ada empat  kecaman yang dialamatkan kepada mereka, yaitu:

  1. cara hidup orang-orang Farisi yang mengabaikan hal-hal utama tetapi justru memperhatikan hal-hal kecil atau aturan-aturan sepele.
  2. orang-orang Farisi bertabiat sombong dan tinggi hati serta selalu memandang rendah orang lain terutama yang tidak mentaati hukum Taurat.
  3. orang-orang Farisi senang berpura-pura demi mendapat pujian, padahal  sedang menutupi dan menyembunyikan kekurangannya di balik simbol-simbol agama.
  4. kepada para ahli Taurat Yesus mengecam tindakan mereka yang suka menimpakan sederet beban aturan Taurat kepada orang lain tetapi mereka sendiri tak melakukannya.

Sahabat terkasih,

Kecaman Tuhan terhadap orang-orang Farisi dan para ahli Taurat ini mengundang kita untuk bertanya diri: apakah aku juga sering bersikap seperti mereka? Semoga kita mampu membangun hidup rendah hati dan siap melayani,  menghargai sesama dan tidak merendahkannya. Tak berpura-pura dan bersandiwara tetapi hidup apa adanya, tak memberi tempat bagi kemunafikan dan hidup dengan kesederhanaan dan ketulusan. Semoga kita mampu mengusahakannya.

dari Lereng Merbabu-Merapi,
kuucapkan selamat pagi.
Jauhkan kami dari ragi Farisi,
mampukan kami hidup rendah hati.

dari Lereng Merbabu-Merapi,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here