Pelita Hati: 18.01.2019 – Demi Sesama

0
684 views

Bacaan Markus 2:1-12
Sementara  Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat. (Mrk 2:2b-4.11-12)

Sahabat pelita hati,

ADA beragam cara orang berjumpa dengan Tuhan. Ada beragam cara juga orang mengalami belas kasih dan berkah Tuhan. Kisah penyembuhan orang lumpuh dalam pelita sabda hari ini terasa istimewa. Ia yang tak berdaya berjumpa dengan Tuhan ke suatu tempat di mana Tuhan sedang mengajar. Yang tidak lazim adalah mereka nekad membuka atap rumah karena akses menuju ke dalam rumah tertutup oleh banyaknya orang yang berjubel memenuhi rumah itu, mendengarkan pengajaran-Nya. Singkat cerita Tuhan pun melakukan penyembuhan kepada si lumpuh.

Sahabat pelita hati,
Demi sesamanya yang menderita (lumpuh) keempat orang itu berdaya upaya agar dapat berjumpa dengan Tuhan agar mendapat penyembuhan. Tuhan sungguh melihat niat iman yang tulus dari orang-orang yang membawa si lumpuh. Pastinya Tuhan sungguh mempertimbangkan keteguhan iman orang-orang itu yang berjuang demi kebaikan sesamanya. Marilah sekarang kita perhatikan sanak saudara di sekitar kita terutama yang sedang menderita dan ada dalam kesulitan. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Bagaimana kita dapat membantunya agar diringankan atau dibebaskab dari perjuangan dan penderitaannya Semoga kita bisa belajar dari keempat orang yang luar biasa ini: berusaha berbuat baik semaksimal mungkin bagi sanak saudara kita yang menderita.

Kisah balada Sinta dan Rama,
kisah cinta dengan duka derita.
Berbela rasa bagi sesama,
ajaran kasih  dari Tuhan kita.

dari Papua tanah terberkati,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here