Pelita Hati: 18.10.2018 – Mewartakan Damai-Sejahtera

0
731 views

Bacaan Lukas 10:1-9

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. (Luk.10:1-3.5)

SAHABAT pelita hati,

Hari ini kita merayakan pesta Santo Lukas penulis Injil. Tidak seperti ketiga penulis Injil lainya, Lukas menulis dua buku, yakni Injil dan Kisah Para Rasul. Injil mengisahkan karya keselamatan yang dilaksanakan oleh Yesus dan digenapi-Nya di Yerusalem sedangkan Kisah Para Rasul melanjutkan dengan kisah pewartaan keselamatan dari Yerusalem sampai ke ujung bumi (Kis 1:8). Inti dari pewartaan keselamatan itu adalah menghadirkan damai-sejahtera.

Sahabat terkasih,

Pelita sabda hari ini berkisah tentang Yesus yang menunjuk tujuh puluh murid yang lain dan mengutus mereka berdua-dua. Lagi-lagi pesan utama dari pengutusan para murid ini adalah mewartakan dan membawa damai-sejahtera kepada setiap orang yang dijumpai. Mengapa damai-sejahtera? Damai sejahtera adalah tanda nyata kehadiran Kerajaan Allah. Di mana ada damai-sejahtera di situlah Kerajaan Allah hadir. Harus dipahami bahwa kerajaan Allah bukan suatu wilayah kekuasaan namun sebuah situasi di mana Allah meraja. Kedamaian akan terjadi ketika kita Allah membiarkan merajai dan menguasai kita. Dan hidup damai akan tergoncang ketika manusia ingin merajai dan menguasai sesamanya. Damai akan terkoyak ketika kelompok yang kuat berusaha untuk menjadi raja atas kelompok-kelompok lainnya. Penjajahan suatu negara yang kuat terhadap negara lain pastilah akan menimbulkan rasa tidak damai.

Sahabat terkasih,

Sebagai murid-murid Yesus di masa kini, kita pun mendapat tugas dan perutusan yang sama yaitu mewartakan dan menghadirkan damai sejahtera di mana pun kita hidup dan berada. Marilah kita hayati panggilan dan perutusan Tuhan ini dengan sepenuh hati, seturut dengan panggilan kita masing-masing. Semoga hidup kita sungguh menjadi penghadir damai-sejahtera itu.

Jika sekarang ada Daihatzu Xenia,
dahulu ada Suzuki Kitara.
Pergilah ke seluruh dunia,
wartakan damai-sejahtera.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here