Pelita Hati: 19.04.2019 – Jumat Agung nan Suci

0
908 views

Bacaan Yohanes 18:1-19:42

Sahabat pelita hati,

INILAH hari Jumat Agung, Jumat Suci, saat Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib sebagai puncak dari perutusan-Nya. Disebut Jumat Agung karena ketaatan dan kesetiaan Yesus kepada Bapa-Nya sungguh merupakan perbuatan yang teramat agung. Ia mengorbankan diri-Nya bagi penebusan dosa dan penyelematan manusia. Disebut Jumat Suci, karena hari ini Tuhan wafat sebagai Yang Suci. Ia dihukum bukan karena perbuatan salah dan Ia wafat bukan karena dosa. Wafat-Nya membawa-Nya dalam kesucian abadi.

Sahabat terkasih,

Hari ini kita merenungkan kisah sengsara Tuhan (passio), saat Tuhan dapat melewati penderitaan-Nya melalui hukuman salib hingga wafat-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa manusia yang sombong, congkak, mengumbar hawa nafsu dan tidak taat lagi kepada Tuhan.  Untuk menebus dosa-dosa itulah Yesus rela difitnah, diolok-olok, ditelanjangi dan disalibkan dengan hina.  Kini telah lebih dari 2000 tahun kita merasakan buah karya penebusan-Nya. Pertanyaannya, apakah kita sungguh telah bebas dari sikap sombong dan angkuh? Apakah kita sungguh telah menghayati iman dgn taat dan setia? Ataukah kita masih senang mengabaikan Tuhan dan ajaran keutamaan-Nya? Apakah kita masih juga mengumbar hawa nafsu manusiawi demi kepentingan dan kesenangan sesaat? Apakah kita sungguh-sungguh menjauh dari perilaku koruptif dan berperilaku tidak adil karena mengambil yang menjadi hak orang lain? Apakah kita sungguh setia dengan pasangan hidup, bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak? Tentu masih banyak deret litani pertanyaan yang harus kita renungkan. Singkatnya, jika Tuhan sebegitu taat-Nya merelakan nyawa bagi dosa-dosa kita, apakah kita masih tetap ingin hidup dalam dosa itu?

Sahabat terkasih,

Di hari Jumat Agung nan Suci ini, saatnya bagi kita untuk menata kembali hidup kita agar kita sungguh menampakkan hidup sebagai manusia yang telah ditebus dan diselamatkan. Bagaimana caranya? Kita harus meninggalkan cara hidup lama yakni menjauhi sikap congkak dan mengumbar hawa nafsu manusiawi dan bendawi. Sebaliknya kita harus mengusahakan hidup sederhana dan rendah hati serta menyandarkan harapan kepada Tuhan. Marilah kita rajut kembali komitmen kita untuk menjauhi perbuatan dosa dan mendekatkan diri pada perbuatan kasih. Di hari Jumat suci ini kita tegaskan kembali komitmen hati untuk taat dan setia kepada Tuhan Sang Penyelamat abadi. Semoga di Jumat Agung nan Suci ini hidup kita makin berkenan di hadapan Tuhan.

Lebih baik makan gurami,
dari pada cumi-cumi.
Ya Tuhan ampuni kami,
atas dosa dan salah kami.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here