Pelita Hati: 20.02.2020 – Beriman Militan

0
480 views

Bacaan Markus 8:27-33

Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. 

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Sahabat pelita hati, 

PELITA sabda hari ini menyampaikan dua pokok permenungan, yakni pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah mesias dan konsekuensi yang harus dihadapi oleh pengikut Krustus: siap memikul salib dan siap mempertaruhkan nyawa. 

Sahabat terkasih, Mesias berasal dari bahasa Ibrani “mashiah” berarti “Yang Diurapi”. Hal ini berakar dari pemahaman orang-orang Yahudi akan datangnya seorang tokoh di masa depan yang datang dari Allah untuk membawa keselamatan bagi bangsa Yahudi. Di dalam bahasa Yunani, kata mesias diterjemahkan dengan kata “Kristos”, dari situlah dikenal sebutan  Kristus yang menjadi salah satu gelar Yesus. Itulah sebabnya kita percaya di dalam Kristuslah manusia diselamatkan. Namun Yesus juga memberikan pencerahan kepada Petrus bahwa kemesiasan-Nya itu menyertakan salib, perjuangan dan pengorbanan. Setiap pengikut-Nya harus siap memikul salib dan bahkan siap mempertaruhkan nyawa. Dengan kata lain mengikuti Yesus tak berarti menerima ‘tiket gratis’ namun membutuhkan komitmen, kesetiaaan dan siap berjuang serta berkorban. Inilah militansi seorang pengikut Kristus. Apakah kita sungguh telah memegang teguh komitmen kita sebagai murid-murid-Nya yang setia? Atau kita masih sering cengeng dan mudah mengeluh jika menghadapi tantangan dan perjuangan?  Jadilah laskar Kristus yang kuat dan tangguh. 

Menghampar luas samudra lautan.
itulah karya agung ciptaan Tuhan. 
Jadilah murid Kristus yang militan, 
siap memikul salib dan berkorban.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here