Pelita Hati: 20.04.2019 – Paskah: Buah dari Setia

0
578 views

Bacaan Lukas 24:1-12

Sahabat pelita hati,

MALAM nanti kita merayakan malam vigili paskah, saat kita bertirakat sambil mengenang dan merayakan karya Agung Allah. Karya agung-Nya tersurat dalam bacaan sabda, mulai dari karya penciptaan hingga pembebasan umat Israel dari penindasan Mesir, sebuah kisah heroik tentang penyeberangan laut merah. Itulah makna utama dari Paskah Perjanjian Lama. Sedangkan makna Paskah dalam Perjanjian Baru adalah pembebasan kita dari belenggu dosa melalui penebusan Yesus yang dipuncaki dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Karya Agung Allah itulah yang senantiasa tercurah kepada kita hingga saat ini. 

Sahabat terkasih,
Dalam pelita sabda hari ini, Lukas mengkisahkan tiga orang perempuan  yang mendapati makam kosong. Awalnya mereka berpikir jika jenazah Tuhan dicuri orang, namun kemudian mereka tersadarkan bahwa Yesus memang sungguh bangkit. Hal ini semakin diperjelas dalam kisah-kisah penampakan dan perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit. Satu hal yang menarik adalah  justru para perempuanlah yang untuk pertama kali mendapati kubur kosong dan melihat bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Di mana para rasul atau kedua belas murid Yesus? Mereka sembunyi dan lari, bahkan sejak Yesus ditangkap dan diadili. Tak seorang pun dari keduabelas murid yang menampakkan diri. Tak seorang pun dari para murid yang berani pasang badan. Mereka bersembunyi dan mencari aman sendiri.

Sahabat terkasih,
Tema pelita sabda hari ini adalah “Paskah: Buah dari Setia.” Setidaknya memiliki dua dimensi makna.

  1. karena Yesus sungguh taat dan setia pada perutusan Bapa hingga wafat-Nya, Ia pun menerima anugerah Paskah. Ia mampu melewati penderitaan dan kematian-Nya dan memperoleh kebangkitan mulia, yakni paskah abadi.
  2. para perempuan yang setia menemani Yesus dalam penderitaan-Nya memperoleh anugerah paskah. Artinya para perempuan inilah yang pertama mula mendapati makam kosong dan memberi kesaksian kepada para murid bahwa Tuhan telah bangkit. Walau para rasul awalnya tak mempedulikan berita dan cerita para perempuan itu namun ternyata peristiwa kebangkitan Tuhan sungguh benar adanya. Sejak saat itulah para murid Yesus memiliki keberanian untuk mewartakan tentang kebangkitan-Nya.

Sahabat terkasih,
Bercermin dari Tuhan Yesus dan para perempuan itu kita wajib mempertanyakan ketaatan dan kesetiaan kita. Apakah saya sungguh memegang teguh janji kesetiaan iman dan baptis? Atau kah saya masih seperti para murid yang kurang setia? Semoga malam paskah ini menjadi kesempatan indah untuk memperbaharui janji baptis dan komitmen iman kita dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya ritual formal belaka tetapi usaha nyata untuk setia. Selamat merayakan malam paskah Tuhan.

Di sini taman di sana lahan,
di tepinya tanaman perdu hutan.
Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan,
karya agung-Mu karya keselamatan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here