Pelita Hati: 21.06.2019 – Harta Surgawi

0
563 views

Bacaan Matius 6:19-23

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Sahabat pelita hati,

SALAH satu tema yang diangkat oleh Yesus dalam Kotbah-Nya di bukit adalah tentang harta. Mengapa konon, di kalangan masyarakat pada zaman Yesus ada kecenderungan orang sangat materialistik alias mengejar hal-hal duniawi bahkan terjadi juga pada kalangan pejabat agama dan orang-orang yang berkedudukan tinggi. Mereka amat tamak dan serakah dengan menghalalkan segala cara terkadang bersembunyi di balik pelaksanaan ibadah suci. Itulah sebabnya Yesus pernah marah dan mengobrak-abrik para pedagang di pelataran Bait Suci yang melibatkan orang-orang Saduki yang berkuasa atas kawasan bait Alah tersebut. Yesus juga pernah mengecam orang-orang Farisi yang dikenal sebagai hamba-hamba uang. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.”  (Matius 23:14a). Inilah gambaran nyata ketamakan dan keserakahan orang-orang yang memiliki kedudukan di masyarakat Yahudi pada waktu itu. 

Sahabat terkasih,

Bagi kita saat ini, pengajaran Yesus tentang harta ini memberi inspirasi agar kita menjauhkan diri dari sikap tamak dan serakah terhadap harta dunia yang sifatnya sementara, yang mudah hilang, lenyap atau dimakan ngengat. Sudah saatnya kita mengumpulkan ‘harga sorgawi’ yakni kebaikan, sikap bijak, iman, kasih dan persaudaraan dengan sesama. Harta ini tak akan musna dimakan ngengat dan akan dikenang walau kita sudah meninggalkan dunia ini. Kebaikan dan keutamaan yang kita tabur akan tetap harum dan dikenang sepanjang zaman. Rasul Paulus juga pernah mengingatkan jemaat di Kolose, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:2). Semoga kita dapat bijak dalam bertindak dan bersikap, yakni memikirkan masa depan kita dan tak terperangkap untuk mengejar hal-hal demi kepentingan sesaat saja.

Berakit-rakit ke sebelah,
berenang-renang ke tepian.
Carilah dahulu Kerajaan Allah,
semuanya akan ditambahkan kemudian.

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here