Pelita Hati: 24.03.2019 – Harus Bertobat

0
551 views

Bacaan Lukas 13:1-9

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.” (Luk. 13:1-5 ) 

Sahabat pelita hati,

ORANG-ORANG Yahudi pada waktu itu meyakini bahwa penderitaan dan musibah sering dikaitkan dengan dosa. Singkarnya, derita, sakit dan bencana  merupakan akibat dari dosa. Pandangan inilah yang sekarang diluruskan oleh Yesus. Penderitaan manusia tidak selalu dikaitkan dengan dosa.  Bagaimana pandangan Yesus? Pelita sabda hari ini mengisahkan  orang-orang Yahudi yang membawa kabar kepada Yesus tentang orang-orang yang mati secara mengenaskan karena dibantai oleh Pilatus. Orang-orang tersebut menganggap mereka yang mati itu diakibatkan oleh dosa-dosa mereka. Pandangan ini sekaligus menyatakan bahwa mereka lebih tinggi dan lebih benar dari yang menjadi korban. Terhadap pandangan ini Tuhan bahwa siapa pun orangnya akan mengalami binasa jika tidak bertobat. Hanya pertobatan lah yang menjadikan orang dapat diselamatkan. Maka peristiwa derita dan bencana memacu kita untuk membangun sikap pertobatan terus-menerus alias memperbaharui diri dengan beragam ungkapan dan perwujudan iman.

Sahabat terkasih,

Masa prapaskah adalah masa tobat, saat bagi kita untuk membenahi dan memperbaharui diri. Kita sadar bahwa kita adalah makhluk lemah dan tak berdaya di hadapan Tuhan dan harus menggantungkan harapan kita (hanya) kepada-Nya. Maka sikap yang pantas kita perbuat adalah berserah kepada Allah serta membangun sikap tobat setiap saat. Mari kita memantaskan diri di hadapan Tuhan dengan bertobat dan mengoyakkan hati.

Jika sakit segeralah berobat,
agar tubuh sehat dan kuat.
Jangan menunda untuk bertobat,
agar hidup berlimpah berkat,

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here