Pelita Hati: 25.08.2018 – Tak Mencari Hormat

0
721 views

Bacaan Matius 23.1-12

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Mat.23:1-3.10-12)

Sahabat-sahabat pelita hati,

PESAN pokok dari pelita sabda hari ini adalah tentang kerendahan hati yang menjadi arus utama para pengikut Yesus yang sejati. Ini bertolak belakang dengan sikap yang diambil olah para ahli Taurat dan kaum Farisi yang suka mencari panggung kehormatan atau lebih tepat dikatakan gila hormat. Para ahli Taurat dan orang Farisi dikenal sebagai pewaris hukum Musa atau lebih tepatnya hukum Taurat. Bahwa mereka mempelajari dan memahami secara detail tentang seluk beluk hukum Taurat itu harus diakui. Bahwa mereka telah berusaha dengan keras dan ketat melaksanakan hukum Taurat juga harus kita apresiasi. Namun kekurangan mereka (menurut Yesus) adalah mereka pandai dan pintar mengajarkan isi hukum Taurat tetapi perwujudan hidupnya jauh dari yang diajarkan. Di sinilah titik kelemahan mereka, tidak rendah hati. Mereka mengajarkan tetapi tak melaksanakan. Mereka pandai menasehati tetapi tak pernah menjalani. Karenanya Tuhan berpesan turutilah ajarannya tapi jangan perbuatannya.

Sahabat terkasih,

Menegaskan pesan tentang kerendahan hati itu Tuhan  mengingatkan agar kita harus menempatkan diri sebagai pelayan dan siap untuk tak dihormati bahkan diabaikan. Inti pokok dari kerendahan hati adalah siap menjadi pelayan dan pengabdi. Orang-orang semacam ini lah yang berkenan di hati Tuhan. Dan sebagai jaminannya Tuhan akan mengangkat tinggi-tinggi yang direndahkan dan menjadikan besar yang dikecilkan. Konon, pintu surga itu sangat rendah, hanya orang yang hidup dengan rendah hati yang mempu melewatinya. Mari menjadi rendah hati.

Membaca kisah Habil dan Kain,
cerita warisan dalam kitab Kejadian.
Rendahkan diri satu sama lain,
niscaya Tuhan kan berkenan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here