Pemberkatan Biara Sacra Familia Skolastikat MSF Provinsi Kalimantan di Malang

0
419 views
Biara Sacra Familia Skolastikat MSF Kalimantan. (Mgr. Paulinus Yan Olla MSF)

“HARI ini, hari istimewa bagi keluarga besar MSF Provinsi Kalimantan, karena dilaksanakan pemberkatan Kapel dan Skolastikat MSF di Kota Malang,” demikian kata Mgr. Paulinus Yan Olla MSF.

Beliau memimpin doa singkat di depan pintu biara kemudian menggunting pita mengetuk pintu tok tok tok dan membuka pintu dengan anak kunci.   

Dengan langkah mantab Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr. Paulinus Yan Olla MSF bersama Mgr. Petrus Boddeng Timang masuk pintu rumah baru Biara Sacra Familia Skolastikat MSF Provinsi Kalimantan di Malang.

Bersama mereka kemudian masuk rumah adalah Pater Jenderal MSF Pastor Agustinus Purnomo MSF, Provinsial MSF Provinsi Kalimantan Pastor Agustinus Doni Tupen MSF, dan Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Romo Aloysius Tjatur Raharso Pr.

Mereka menuju kapel biara yang ada di dalam, di mana sejumlah umat telah bersiap mengikuti Misa Pemberkatan.

Memasuki pintu biara.

Pemberkatan dan peresmian biara dan skolastikat MSF yang telah lama dirindukan oleh 23 para frater MSF yang melaksanakan studi di STFT Widya Sasana Malang terlaksana pada Sabtu 18 Januari 2020 di Malang, bertepatan dengan tahun ke-125 MSF di dunia.

Seluruh ruang direciki air suci oleh kedua Bapak Uskup dan dilanjut oleh Rektor Seminari MSF Romo Johanes Marharsono MSF.

Sebelum Doa Syukur Agung juga diberkati altar baru dengan minyak suci oleh Mgr. Paulinus Yan Olla MSF dan Mgr. Petrus Boddeng Timang.

Kos para frater

Hadir pada kesempatan itu, biarawan-biarawati perwakilan dari berbagai komunitas yang ada di Malang, para konfrater MSF Provinsi Kalimantan dan para konfrater MSF Provinsi Jawa serta para sahabat MSF dari Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin dan Surabaya.

Juga Pengurus Komisi Keluarga Keuskupan Malang serta umat lingkungan dimana skolastikat MSF berada. Staf dosen dan karyawan STFT Widya Sasana Malang.

Pada kesempatan sesudah Misa Pemberkatan, Provinsial MSF Provinsi Kalimantan Romo Agustinus Doni Tupen MSF bercerita mengenang masa lalu.

Dua uskup dari regio Kalimantan, Provinsial MSF Provinsi Kalimantan, Superior General MSF dari Roma namun asalnya dari Paroki Sukoharjo di Jateng, dan Rektor Skolastikat MSF.

Mulai Senin 9 Agustus 2010, ada empat frater MSF datang ke Malang. Mereka ‘ngekos’ di Seminari Surya Wacana SVD Malang tinggal bersama para frater SVD mengikuti acara harian frater SVD, namun mereka diizinkan hanya selama satu tahun saja.

Sekarang keempat frater MSF sebagai pioneer tersebut semuanya sudah ditahbiskan sebagai Pastor MSF.

Lanjutnya, antara tahun 2011 s.d 2015, para frater MSF dan Pembina tinggal di rumah kontrakan yang ada di Jalan Esberg Kota Malang yang tidak jauh dari Gereja Santo Andreas Paroki Tidar Malang.

Jumlah frater MSF terus bertambah maka dicarilah rumah kontrakan yang lebih luas dan banyak kamar, maka ditempatilah rumah Biara milik Kongregasi Putri Karmel yang memang pada waktu itu sedang kosong dan tempatnya strategis karena dekat dengan Kampus STFT Widya Sasana Malang

Pada tahun 2018 muncul wacana untuk memiliki rumah sendiri yang lebih layak dan cukup untuk sejumlah frater, maka dimulailah survei lokasi untuk kemudian dibangun dan dapat diselesaikan pada awal tahun 2020 ini.

Altar kapel biara MSF.

Sampai saat ini tersedia 36 kamar, 23 kamar akan ditempat oleh para frater MSF yang sedang studi, kemungkinan 2-3 tahun lagi semua kamar akan penuh.  

Pada Misa Pemberkatan ini Rektor Skolastikat MSF Malang, Pastor Johanes Marharsono MSF memilihkan bacaan “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.”

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa setiap ranting padaku yang tidak berbuah dipotongnya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkannya supaya ia lebih banyak berbuah”. (Yoh. 15: 1-15).

Ranting pohon anggur

Dalam homilinya, Mgr Paulinus Yan Olla MSF pada intinya menyampaikan, Tuhan menanam pohon anggur dengan cara-cara yang tidak terduga, Tuhan sendiri yang menumbuhkan untuk menghasilkan buah yang berlipat.

Walaupun kadang rantingnya perlu dipotong dan dibersihkan yang mengartikan permohonan agar kesediaan tetap melekatkan diri pada pokok anggur sejati yakni Yesus sendiri.

Para konfrater MSF.
Para imam MSF, Uskup MSF dan Uskup Keuskupan Banjarmasin, serta Superior General MSF.

Ada pula kejutan bagian-bagian yang penting seringkali dipotong dari hidup kita karena bukan merupakan masa depan bagi Allah.

Ketika tetap menyatu dengan pokok, akan menghasilkan buah berlimpah dan buah yang paling utama dalam kesatuan dengan Allah adalah kasih, kasih itulah yang ada lebih dahulu sebelum segala hal yang lain. Banyak hal lain adalah ekspresi dari kasih.

Rumah yang diberkati ini merupakan  buah kasih  dari begitu banyak orang yang terlibat di dalamnya dengan berbagai cara untuk mengungkapkan kasih kepada keluarga besar MSF dalam mendukung mereka terutama kehidupan para calon imam dan bruder yang menjalani pendidikan di Malang maupun di  tempat lain.

Kredit foto: Mgr. Paulinus Yan Olla MSF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here