Pemberkatan Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Sanggau bersama 17 Uskup (3)

0
869 views
Acara Tendopoli Pemimpin Umat se Keuskupan Sanggau di Kota Sanggau jelang pemberkatan Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Sangggau. (Ayong Bonaventura/Sanggau

MENJELANG pemberkatan Gereja Katedral Hati Kudus Yesus di Keuskupan Sanggau, Kalbar,  panitia telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan sejak hari Minggu, 9 September 2018. Acara pembukaan diisi dengan rangkaian upacara adat setempat dan  salah satunya adalah pemberkatan Tendopoli.

Seperti yang telah dilansir oleh www.pontianakpost.co.id, pembukaan Tendopoli Pemimpin Umat se-Keuskupan Sanggau diawali dengan misa bersama pada hari Minggu, 9 September 2018 pukul 17.00 sore di Mega Tend Keuskupan Sanggau. Misa dipimpin oleh Mgr. Petrus Turang, Uskup Agung Keuskupan Kupang.

Tendopoli yang mengusung tema “Gereja yang Solider dan Mandiri” ini diikuti sebanyak 1.862 peserta perwakilan dari 25 paroki yang berasal dari wilayah Kota Sanggau dan Sekadau.

Berdasarkan rundown panitia, kegiatan ini dibagi menjadi dua yakni acara Tendopoli Pemimpin Umat dan Konsekrasi Gereja Katedral Sanggau. Tendopoli akan berlangsung pada tanggal 9-10 September 2018 dan pada 11 September 2018 fokus acara Konsekrasi dan Dedikasi Gereja Katedral Sanggau.

Acara Tendopoli Pemimpin Umat Jelang Pemberkatan Gereja Katedral Sanggau (2)

Pengalungan syal motif Dayak oleh Jesslyn.
Mgr. Pius Riana Prapdi terima syal bermotif khas Dayak.
Caping khas Dayak untuk seorang Uskup.

17 Uskup

Turut hadir dalam acara Pemberkatan Tendopoli yaitu Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Giulio Mencuccini bersama Bupati Sanggau Paolus Hadi beserta isteri, Bupati Sekadau Rupinus, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot beserta isteri, Sekda Sanggau AL Leysandri beserta isteri, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Yulius Tehau, para pastor, Ketua ISKA Sanggau Yulia Theresia, para suster, panitia Pelaksana Tendopoli, Pemuda Katolik, OMK serta 2.500 peserta Tendopoli dan Dedikasi Gereja Katedral.

Demi suksesnya acara pemberkatan Katedral ini, umat wilayah Keuskupan Sanggau bahu membahu melakukan gerakan solider dan gotong-royong melalui keterlibatan mereka dalam seksi-seksi kepanitiaan, sumbangan finansial dan material.

Keterlibatan umat ini pula datang dari paroki-paroki, biara-biara, Pemerintah Kabupaten Sanggau serta segenap elemen masyarakat lainnya. Mereka turut memberikan respon positif penuh harapan bahwa serangkaian seremonial  pemberkatan Gereja Katedral  bisa berjalan dengan baik dan sukses.

Jelang acara Pancung Buluh Muda.
Mgr. Ignatius Suharyo siap mengayun parang memotong buluh bambu muda dalam ritual khas Dayak bernama Pancung Buluh Muda.

Perhelatan konsekrasi Katedral baru ini dihadiri oleh 17 Uskup dari berbagai Keuskupan yang ada di Indonesia. Berikut nama-nama para Uskup yang hadir:

  1. Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Agung Keuskupan Samarinda.
  2. Aloysius Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya.
  3. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Keuskupan Palembang.
  4. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Keuskupan Ende.
  5. Agustinus Agus, Uskup Agung Keuskupan Pontianak.
  6. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari Sorong.
  7. Pius Riana Prabdi, Uskup Keuskupan Ketapang.
  8. Vincentius Sutikno Wijaksono, Uskup Keuskupan Surabaya.
  9. Blasius Pujarahardja, Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang.
  10. Petrus Turang, Uskup Agung Keuskupan Kupang.
  11. Silvester San, Uskup Keuskupan Denpasar.
  12. Dominikus Saku, Uskup Keuskupan Atambua.
  13. Hieronymus Herculanus Bumbum OFMCap, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak
  14. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor.
  15. Antonius Subianto Bunjamin OSC, Uskup Keuskupan Bandung.
  16. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Keuskupan Jakarta.
  17. Julius Giulio Mencuccini CP, Uskup Keuskupan Sanggau – tuan rumah acara.

Acara Tendopoli Pemimpin Umat Jelang Pemberkatan Gereja Katedral Sanggau (2)

Penyambutan para Uskup dan tamu undangan ini diselenggarakan dalam seremonial adat Dayak Sanggau pada hari Senin, 10 September 2018.

Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo didaulat untuk membuka acara adat dengan prosesi yang diberi nama ritual ‘Pancung Buluh Muda’.

Ritual ini memiliki makna sebagai penghormatan kepada tamu agung yang dipercayakan untuk membuka ‘pintu’ damai sehingga siapa pun melewati pintu ini akan merasa tentram dan damai.

Setelah itu rombongan para Uskup dan seluruh tamu undangan memasuki tempat acara disambut dengan taria adat serta pengalungan syal motif Dayak oleh  Puteri Indonesia Intelegensia 2018 terpilih yaitu Jesslyn.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here