Percik Katekese: Penolong yang Setia

0
369 views
Regina Caeli - Maria Ratu Surga

HARI ini, 22 Agustus, Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu. Peringatan ini dirayakan 7 hari setelah Hari Raya Maria Diangkat ke Surga (Maria Assumpta).

Sebagai seorang Ratu Surga, Bunda Maria diyakini sebagai penolong yang setia bagi kita anak-anaknya. Hal ini pernah  ditegaskan oleh Santo Louis de Montfort (1673-1716), seorang kudus yang berdevosi kuat pada Bunda Maria.

Santo Louis de Montfort mengungkapkan, “Tuhan menjadikan Maria ratu surga dan bumi; pemimpin pasukan-Nya, pembagi rahmat-Nya, pekerja mukjizat-mukjizat-Nya, penghancur musuh-Nya dan penolong yang setia di dalam pekerjaan- pekerjaan-Nya dan kemenangan-Nya.”

Dalam tradisi Gereja Katolik, kita sering mendaraskan Doa Malaikat Tuhan (Angelus) diganti dengan Doa Ratu Surga (Regina Coeli) selama Masa Paskah.

Doa Malaikat Tuhan merujuk pada misteri Inkarnasi, yaitu ketika “Sabda menjadi manusia dan tinggal di antara kita”.

Sedangkan Doa Ratu Surga merujuk pada Misteri Paskah, yaitu pemenuhan dari Misteri Inkarnasi. Doa Ratu Surga itu sendiri menunjukkan: “Ia yang sudah kau kandung telah bangkit seperti disabdakan-Nya”.

Doa Ratu Surga ini mengungkapkan permohonan kepada Allah Bapa, agar bersama Bunda Maria kita dimampukan untuk menikmati sukacita kebangkitan Kristus.

Dalam penelusuran sejarahnya, perubahan dari Doa Malaikat Tuhan ke Doa Ratu Surga tersebut terjadi pada tahun 1742. Pada waktu itu Paus Benediktus XIV menetapkan bahwa selama Masa Paskah Doa Ratu Surga harus didaraskan sebagai ganti Doa Malaikat Tuhan.

Penyusun doa Ratu Surga ini tidak diketahui. Menurut catatan para ahli, doa Ratu Surga ini sudah ada sejak abad XII. Teks musik tertua disimpan di Vatikan, yaitu sebuah manuskrip dari tahun 1171. 

Kemudian sekitar tahun 1200, Doa Ratu Surga ini muncul dalam manuskrip nyanyian tradisional Romawi kuno. Dengan demikian, bukti-bukti historis menunjukkan bahwa Doa Ratu Surga sudah ada dalam khazanah kekayaan Gereja sejak berabad-abad yang lalu.

Bunda Maria adalah pribadi yang paling unggul di antara semua murid Tuhan. Maka secara unggul pula Bunda Maria diikutsertakan dalam kemenangan Kristus. Itulah artinya gelar “Ratu Surga”. Maria sebagai ibu Yesus Kristus ikut serta memerintah bersama dengan Kristus di surga. Gelar ini menyatakan kedekatan Maria dengan Kristus yang luar biasa, baik di dunia ini maupun di Surga. Maria unggul di antara para kudus.

Gelar Bunda Maria sebagai Ratu Surga tidak hendak menyatakan Maria sebagai saingan Allah dengan kekuasaan surgawi-Nya. Tetapi justru karena kerendahan hatinya yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kehendak Allah. Allah sungguh merajai seluruh diri Maria.

Dasar dari ajaran Gereja tentang Santa Perawan Maria Ratu Surga ini dapat ditemukan dalam beberapa sumber, antara lain: Kitab Wahyu 11:19-12:1; ajaran Santo Athanasius (296-373); ajaran Santo Louis de Montfort (1673-1716); dan Katekismus Gereja Katolik no. 966.

Kitab Wahyu bab 11 dan 12 menyebutkan bahwa ada seorang perempuan yang berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan bermahkotakan dua belas bintang” (Why 11:19-12:1).

Perempuan tersebut adalah Bunda Maria.

Santo Athanasius mengajarkan, “Jika Sang Anak adalah Raja, maka ibu yang melahirkan-Nya adalah layak dan sungguh pantas disebut sebagai Ratu dan yang berkuasa.”

Semakin ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 966 bahwa: “Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya.

Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut.”

Bunda Maria Ratu Surga, doakanlah kami dan bangsa Indonesia. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here