Peringatan 100 Tahun Tarekat MSC di Sulawesi: Mgr. G. Vesters MSC Menghadap Paus Benedictus XV (3)

0
362 views
Mgr. Gerard Vesters MSC dan Paus Benedictus XV.

UNTUK bisa mengetahui dan turut merasakan semangat awal para MSC pertama memulai karya misinya di Sulawesi tersebut, ada baiknya kita mengetahui bagaimana persiapan batin Mgr. G. Vesters MSC sebagai seorang misionaris Belanda yang diangkat oleh Paus menjadi Praefek Apostolik Sulawesi.

Mgr. Vesters MSC sendiri menulis pengalamannya datang ke Vatikan di Roma untuk bisa beraudiensi dengan Paus Benedictus XV. Pengalaman ini muncul dalam tulisan di Majalah Annalen di Negeri Belanda yang tertulis sebagai berikut:

“Di Roma, sebelum bertemu dengan Bapa Suci, saya bertemu Duta Besar Vatikan untuk Kerajaan Belanda dan Pater Jenderal Jesuit yang menerima saya dengan sangat ramah. Kemudian saya bertemu pula dengan Praefek Propaganda Fide, Kardinal van Rossum, yang berkebangsaan Belanda dan berperawakan tinggi besar dan fasih dalam beberapa bahasa,” demikian tulisan Mgr. G. Vesters MSC di Majalah Annalen.

“Kardinal sangat senang berbicara dengan saya dalam bahasa Belanda. Kardinal terharu mendengar seluruh umat Katolik di Belanda, baik pejabat tinggi maupun umat biasa, menanggapi seruan saya untuk membantu karya misi di Praefektur Apostolik Sulawesi. Kardinal dengan senang hati memberikan berkat khusus kepada para penderma bagi karya misi yang sangat luas dan sulit ini” tulisanya lagi. [1]

Beatifikasi para martir di Uganda

Mgr. G. Vesters MSC melanjutkan kesaksiaannya sebagai berikut:

“Di hari kedua saya berada di Roma, saya mengalami kegembiraan yang tak terkatakan ketika saya bisa melihat dari dekat sekali Bapa Suci di Basilika Santo Petrus. Pada saat itu ada upacara untuk memberikan gelar beato kepada 22 anak remaja dari Uganda yang baru saja dibaptis sebagai hasil karya misi dari para misionaris Italia yang dikenal sebagai I Padri Bianchi (Tarekat the White Fathers). Bapa Suci berlutut di hadapan lukisan mereka yang megah memakai baju–baju putih, mengagungkan anak–anak sulung hasil karya kerasulan di Bumi Uganda.”

Pesta para martir Uganda itu dirayakan pada tanggal 3 Juni yang disebut pesta St. Carolus Lwanga dan kawan–kawannya.

Beatifikasi para martir Uganda itulah yang dihadiri oleh Mgr. G. Vesters MSC, Praefek Apostolik Sawesi dalam perjalanan misinya menuju Manado dan sejenak singgah di Roma untuk bisa bertemu Bapa Suci.

Suasana beatifikasi para martir Uganda yang masih muda dalam usia dan masih sangat muda dalam iman kristiani sebagai hasil karya misi para misionaris Italia itu memberi suntikan semangat tersendiri bagi Mgr. G. Vesters yang menjadi orang pertama sebagai Misionaris Hati Kudus untuk mewartakan Injil di Sulawesi.

Paus Benedictus XV.

Dan pengalaman bisa melihat dari dekat Bapa Suci sebagai Wakil Kristus di dunia dan Kepala Gereja Katolik juga memberi kekuatan iman dan semangat misioner yang membara.

Mgr. G. Vesters MSC merasa sebagai Utusan Gereja yang diutus langsung oleh Wakil Kristus untuk mewartakan Injil di Sulawesi.

Masih dalam rangka mempersiapkan diri untuk beraudiensi (bertemu langsung) dengan Bapa Suci, Mgr. G. Vesters MSC melakukan Perayaann Ekaristi di kompleks makam Santo Petrus di bawah tanah dari Basilika Santo Petrus.

Pengalaman melakukan Perayaan Ekaristi di tempat di mana jenazah Rasul Pertama disemayamkan itu sungguh memberikan kesan dan pengalaman rohani yang tak terlukiskan.

Pada saat itu, Mgr. G. Vesters merasakan kesatuan dengan misi Gereja dan memohon dengan semangat yang berkobar–kobar melalui perantaraan Rasul Petrus berkat Tuhan bagi semua umat di Belanda yang mendukung karya misi dan bagi semua orang di Sulawesi yang akan dijumpainya.

Akhirnya, surat pemanggilan untuk menghadap Bapa Suci diterimanya dan dengan hati yang berdebar–debar.

Mgr. G. Vesters menaiki tangga Scala Regia dan melewati para pengawal Swiss dan sebelum beliau sadar sepenuhnya akan semua yang dialaminya, Mgr. Vesters sudah berdiri di hadapan Bapa Suci, bapa seluruh kaum beriman, secara langsung.

Mgr. G Vesters menulis sebagai berikut:

“Bapa Suci menuntun saya dan menempatkan saya di sisinya, sambil menanyai saya dengan penuh perhatian tentang karya misi MSC yang baru itu. Beliau memperlihatkan peta sambil menunjukkan tempat–tempat, jarak–jarak dan angka–angka pada peta dan statistik tentang wilayah misi saya yang dipaparkan di hadapan Bapa Suci. Saya tunjukkan juga sejumlah besar orang–orang kafir dan orang–orang Islam di wilayah misi baru itu.”

Lalu Bapa Suci memberi semangat kepada saya dengan berkata, “Tetapi anda akan membalikkan angka–angka itu dan menjadikan mereka anak–anak Allah dalam Gereja yang kudus.”

Dan Bapa Suci menambahi lagi, “Daerah karya misi anda memang sangat besar dan luas, tetapi anda akan bekerja dan Umat Katolik Belanda akan membantu karya anda.”

Pada akhir audiensi itu, Bapa Suci Paus Benedictus XV memberi berkat apostolik kepada Mgr. Gerard Vesters MSC sebagai Praefek Apostolik Sulawesi, bagi para konfraternya, bagi umat Katolik Belanda yang akan mendukung karya misi itu dan bagi karya penginjilan di Sulawesi.

Peristiwa audiensi Mgr. Gerard Vesters MSC dengan Paus Benedictus XV itu terjadi di Vatikan tanggal 14 Juni 1920.[2]

  • PS:
  • Jan van Paassen, Sejarah Karya MSC di Keuskupan Manado 1920–1945, hlm. 80.
  • Jan van Paassen, Sejarah Karya MSC di Keuskupan Manado, hlm. 8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here