Pernas ke-2 Tahun 2018 Meditasi Kristiani: Kesaksian Iman yang Meneguhkan (3)

0
282 views
Romo Andreas Suhono CSsR memimpin Perayaan Ekaristi bersama para imam lainnya. (Ist)

KETUA Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, Romo AR Yudono Suwondo Pr secara resmi membuka Pertemuan Nasional (PERNAS) Meditasi Kristiani ke-2 Tahun 2018 di Wisma Syantikara, Yogyakarta. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa kehadiran para meditator Meditasi Kristiani sudah menjadi bagian dari Jaringan Kodok Keuskupan Agung Semarang dan hal itu merupakan rahmat yang sangat meneguhkan. Pertemuan ini tentu saja sangat positif untuk meningkatkan konsolidasi dan komunikasi sebagai kesatuan komunitas.

Pernas ke-2 telah berlangsung selama tiga hari (1-3/6/2018) dan dihadiri oleh 125 meditator Komunitas yang berasal dari 22 kota di Indonesia.

Menggugah motivasi

Para meditator sangat antusias mengikuti setiap agenda mulai dari hari pertama sampai dengan hari terakhir.

Hari pertama dan di kesempatan misa pembukaan, Romo Andreas Suhono CSsR sebagai selebran utama memberi homili  yang sangat menggugah dan memotivasi meditator. Demikian  pula dalam kapasitasnya sebagai Moderator Meditasi Kristiani Yogyakarta,  dalam sambutannya itu ia juga menyampaikan motivasi yang meneguhkan.

Misa konselebrasi.

Antusiasme itu didukung lagi oleh suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kebisingan dengan penataan ruang pertemuan yang memadai. Tambahan pula, ruangan  kapel dapat menampung sekitar 300-an umat sehingga tercipta suasana sangat damai, teduh, dan hening sehingga suasana doa dan meditasi pun menjadi sangat khusuk.

Alm. Pastor John Main OSB.
Pastor Laurence Freeman OSB.

Saat awal masuk pada hari pertama,  masing-masing komunitas sudah menempati kursi  yang sudah ditata dengan apik berdasarkan daerah  asal paroki atau wilayah. Itu  untuk memudahkan proses berkenalan. Suasana mulai terasa akrab saat makan bersama di mana komunitas saling berbaur satu sama lainnya.

Usai misa pagi, menjelang makan siang, dan kegiatan malam selalu disisipi sesi meditasi bersama selama 30 menit. Inilah cara meditasi yang ditemukan kembali  oleh Pastor John Main OSB dan kemudian diteruskan oleh Pastor Laurence Freeman OSB, setelah John Main meninggal dunia.

Tinjauan kembali

Pada hari kedua agenda kegiatan semakin padat. Pagi hari kegiatan diawali dengan misa dan meditasi bersama setelah komuni di kapel. Para meditator tetap semangat dan antusias. Keakraban antara komunitas semakin kental. Ada pula sesi acara tinjauan kembali atas rangkuman kesepakatan PERNAS 2016 yang lalu yang dibawakan oleh Bu Kindawati, Koordinator Nasional Komunitas Meditasi Kristiani.

Pada hari yang sama, masing-masing komunitas mempresentasikan secara singkat pengalaman pelaksanaan program outreach.

 

Remigius Kosmas (67) — meditator dari Maumere yang biasa dipanggil Pak Remi dan pensiunan PNS- menceritakan pengalaman bagaimana upayanya tiada henti mengenalkan Meditasi Kristiani kepada umat  sekitarnya.

“Sejak bergabung dengan Meditasi Kristiani September 2016, ini membuat saya  sangat mencintai  keheningan dan merasakan ketenangan serta kedamaian,” begitu dia berkisah.

Romo Fusi Nusantoro Pr dari Keuskupan Surabaya.

Paparan Romo Fusi Nusantoro Pr

Yang paling menarik, kehadiran Romo Yuventius Fusi Nusantoro Pr yang biasa dipanggil Romo Fusi. Juga kisah seorang  ibu meditator dari Komunitas Cilacap yang menceritakan bagaimana pengalamannya ketika melayani terpidana mati untuk kasus narkoba.

Sebagian meditator melihat pengalaman tersebut terkesan ‘menyeramkan’, tetapi juga sekaligus menggugah rasa empati yang mendalam.

Pada sesi lain, Romo Fusi Pr dengan sedikit emosioanal mempresentasikan dan menceritakan detil  peristiwa pemboman  bom yang terjadi di hari Minggu pagi tanggal 13 Mei 2018 di Gereja Santa Perawan Maria Tak Bernoda (SPMTB), Surabaya.

Peristiwa bom ini tidak hanya mengguncang Indonesia, tetapi juga belahan dunia.

Romo Fusi mengungkapkan bagaimana suasana tegang yang terjadi di kota Surabaya sehingga gereja-gereja lantas langsung  meniadakan misa dan ibadat pada hari tersebut.

Kegiatan team building ini bersama Bu Ratna T. Santoso dan Pak Andreas AW

Kegiatan team building

Kegiatan team building atau game juga merupakan salah satu upaya untuk lebih meningkatkan kerjasama tim. Masing-masing kelompok yang terdiri dari  gabungan beberapa komunitas sama-sama belajar memecahkan masalah sesuai dengan bentuk permainan yang diberikan.

Kegiatan team building ini dipandu oleh Bu Ratna T. Santoso dan Pak Andreas AW.

Dalam permainan itu terlihat bagaimana masing-masing peserta terlibat menyelesaikan masalah dalam satu permainan dengan durasi waktu yang sangat terbatas. Tiap permainan selalu dihubungkan dengan peranan meditator dalam kegiatan Meditasi Kristiani.

Suasana permainan.

Melalui permainan ini pula suasana keakraban semakin terjalin,dan masing-masing kelompok berlomba-lomba untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan instruksi.

Di hari terakhir (3/6/2018) Pertemuan Nasional Komunitas Meditasi Kristiani, waktu pagi hari  diawali dengan misa pagi dan meditasi bersama setelah komuni.

Romo Siriakus M. Ndolu O. Carm menjadi selebran utama dalam misa penutupan. Setelah misa, acara  kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan rohani yang dibawakan oleh Romo Tan Thian Sing MSF dalam kapasitasnya sebagai  Moderator Nasional Komunitas Meditasi Kristiani.

Meditasi Kristiani: Menghayati Kehadiran-Nya (2)

Pertemuan berikutnya

Pertemuan Nasional Meditasi Komunitas Kristiani berikutnya akan diadakan di Malang tahun 2020. Acara nasional berikutnya akan terjadi  pada bulan November 2018 mendatang di mana pemimpin The World Community for Christian Meditation (WCCM), Pastor Laurence Freeman OSB akan hadir.

Menurut rencana, acara tersebut akan digelar di Jateng. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here