Persembahan Hati

0
141 views
Ilustrasi: Persembahan janda miskin. (Ist)

DI masa puasa 2018, di Paroki St. Maria Pembantu Abadi Weri, Keuskupan Larantuka, kami memulai Aksi Puasa Pembangunan dengan mengirimkan kotak aksi ke setiap keluarga. Selama 40 hari masa puasa, sampai sesudah Oktaf Paskah, kotak ada di tengah keluarga. Jika hanya Rp 2.000 / hari saja, setiap keluarga akan memberikan sumbangan aksi sebesar Rp 80.000-Rp 100.000.

Dan hasilnya mengejutkan. Terkumpul uang Aksi Puasa sekitar lebih dari 150% lebih banyak dibanding ,jika diberikan aksi dengan mengirimkan amplop aksi.

Dalam evaluasi dan percakapan di KBG, banyak umat, juga para janda dan duda mengatakan bahwa dengan kotak aksi ini, mereka mulai mengerti apa artinya Aksi Puasa Pembangunan (APP) dan menyatakan bahwa mereka bergembira karena ikut dalam aksi ini.

Hal ini terjadi, karena apa yang dilakukan umat itu merupakan sebuah pemberian hati.

Hari ini, Tuhan Yesus menegaskan tentang pemberian hati ini, ketika Ia berbicara tentang persembahan janda yang miskin di rumah ibadat. Menurut Yesus, persembahan janda miskin itu adalah sebuah pemberian dari seluruh diri, sebuah persembahan hati.

Yesus bersabda: “Janda miskin itu memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab janda itu memberi dari kekurangannya, bahkan memberikan seluruh nafkahnya.”

Kadang saya juga mengeluh, musti berkomentar dulu sebelum memberi. Kadang saya tidak memberi dari ketulusan hati.

Belajar dari janda miskin, yang memberi dengan segenap hati, saya mau memberi dengan gembira dan dengan sepenuh hati. Karena lebih baik dan lebih mulia memberi dari pada menerima. Dan lebih baik tangan di atas dan memberi, daripada tangan di bawah menadah dan meminta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here