Puncta 05.09.18. Lukas 4:38-44: Untuk Itulah Aku Diutus

0
424 views
Ilustrasi: Benda-benda Liturgi untuk Misa di Lingkungan. (Laurensius Suryono)

PERAYAAN Natal tahun lalu semua jadwal sudah teratur rapi. Namun tiba-tiba pastor paroki mendadak sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Pontang-panting mencari pastor pengganti. Telpon Seminari, telpon pastor tetangga paroki. Tetapi hasilnya nihil semua.

Hari raya pasti semua sudah punya jadwal masing-masing. Akhirnya negosiasi dengan stasi-stasi supaya misa bisa diundur jamnya. Akhirnya, Malam Natal 2 kali misa dan Natal Pagi 5 kali misa harus saya jalani.

Maaf, waktu itu tidak sempat minta izin uskup kalau harus misa lebih dari 3 x pada hari raya.

Pada pukul 22.00 misa terakhir hari itu, bapak Ketua Lingkungan bertanya pada saya, “Pastor masih bisa misa?”

Dia memperhatikan suara saya hampir habis. “Masih pak. Untuk itu saya ditahbiskan. Tolong siapkan segelas air putih di altar ya.”

Puji Tuhan akhirnya selesai. Dan pulang ke pastoran sudah lewat pukul 00.00.

Sepanjang malam Yesus melayani orang banyak. Mulai ketika matahari terbenam, semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus. Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Lalu ketika hari siang Yesus berangkat ke tempat yang sunyi, orang banyak mencari Dia. Orang banyak ingin menahan Dia supaya tidak meninggalkan mereka.

Yesus berkata, “Di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

Komitmen itulah yang diajarkan Yesus pada murid-muridNya. Mewartakan Injil adalah komitmen. Sekali orang mengucapkan komitmennya, ia tak kan mundur walau ada kesulitan dan tantangan. Ketika anda ditantang membuktikan komitmen, beranikah anda menjawab, “Untuk itulah aku ada di sini sekarang”.

Mari belajar konsisten setia pada komitmen seperti Yesus. Selamat merenung. Dipijit-pijit sambil melek merem, walaupun sulit tetap komitmen. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here