Puncta 06.01.19 Yes 60: 1-6; Efesus 3:2-3a.5-6; Matius 2:1-12 HR Penampakan Tuhan

0
384 views
Speedboat sederhana sebagai alat transportasi air melalui aliran sungai di Kabupaten Ketapang by Mathias Hariyadi

Persembahan

MENYENANGKAN sekali mengingat perayaan Natal di stasi-stasi Pedalaman Kalimantan.

Jadwal turne Natal mulai Hari Raya sampai Tahun Baru belum selesai bahkan kadang masih terdengar Nyanyian Malam Kudus di pertengahan bulan Januari.

Setiap kali misa, umat membawa persembahan apa saja yang mereka punya. Biasanya Desember musim buah durian, buah itu dipersembahkan. Ada lagi pekawai, mentawa, mentimun, terong pipit, sayuran, bahkan ayam hidup. Ada yang menyumbang beras.

Saya juga pernah mendapat paha babi yang sudah dibakar. Umat sangat murah hati mempersembahkan apa saja. Pulang dari stasi seperti pedagang ”kulakan” membawa berbagai macam barang.

Ibu-ibu paroki akan menyortir mana barang yang awet disimpan, mana yang harus segera dimasak dan dikonsumsi.

Seminari biasanya menjadi tempat “pembuangan” kue-kue, beras dan makanan yang harus segera dihabiskan. Sungguh suasana seperti itu sangat mengesankan.

Hari ini Hari Raya Penampakan Tuhan.

Yesus Sang Juruselamat menampakan diri kepada para bangsa yang diwakili oleh ketiga raja dari Timur. Mereka datang membawa persembahan. Ada emas, kemenyan dan mur. Emas lambang kemegahan seorang raja. Yesus adalah Raja Alam Semesta. Kemenyan lambang kemuliaan Tuhan yang pantas disembah. Yesus adalah Tuhan yang menjelma. Mur adalah minyak yang dipakai mengawetkan jenasah. Mungkin seperti pohon gaharu, Pohon Mur harus dilukai agar keluar minyaknya. Ini menubuatkan kematian Yesus yang menghasilkan kehidupan abadi.

Ketiga raja itu datang dari jauh ingin menyembah Yesus. Jauh bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal waktu yang lama. Jarak dan waktu yang lama tidak menghalangi mereka untuk menyembah Tuhan. Kadang kita ini suka mengeluh; gerejanya jauh! misanya lama! Mengeluh di hati sudah menghalangi berkat yang Tuhan mau berikan kepada kita.

Ketiga raja itu datang membawa persembahan terbaik untuk Yesus.

Saya kagum pada umat Selupuk, Kebuai, Sei Ingin, Pangkalan Suka, Banjur, Merangin, Gerai yang murah hati mempersembahkan apapun untuk Tuhan. Kadang ada juga yang pelit. Memberi kolekte uangnya duaribuan kumal, lecek, diremas-remas.

Tuhan kok disamakan dengan tukang parkir atau penjaga WC.

Hari Raya ini menyadarkan kita untuk berani mengatasi berbagai hambatan untuk bisa berjumpa menyembah Tuhan. Kita juga disadarkan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan karena Allah Bapa yang maha kuasa memberikan Yesus AnakNya yang tunggal untuk keselamatan kita.

Makan durian campur mentawa. Rambutan merah tinggal sisanya.
Yesus hadiah terbesar bagi kita. Mari kita membalas dengan rajin menyembahNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here