Puncta 10.01.19 Lukas 4:14-22a Misi Pelayanan

0
496 views
Ilustrasi: Sanggau - Para imam misionaris Kapusin dari Swiss yang berkarya di Keuskupan Sanggau (Dok. Ordo Kapusin Pontianak)

HARI Minggu kemarin saya berjumpa dengan seorang bapak yang bercerita tentang anak laki-lakinya. Dia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya yang didapatnya dari Tuhan karena doanya yang terus menerus agar anak yang lahir ini adalah laki-laki.

Tuhan mengabulkannya. Relasinya dengan si Carol (namanya diambil dari nama seorang Pastor yang diidolakan yakni Pastor Carolus OMI) sangat luar biasa dekat.

Dia begitu heran Carol kecil ini sudah akrab dengan hal-hal berbau imami. Dia dekat dengan banyak romo dan senang berkegiatan di gereja. Dia senang menirukan gerak-gerik romo yang sedang misa. Dia senang dengan doa-doa, bahkan sudah punya jubah layaknya seorang romo. Juga sudah punya alat-alat misa sendiri.

Ayahnya sudah mempunyai praduga, tetapi pikiran itu selalu ditepisnya karena dia anak laki-laki satu-satunya. Saat itu akhirnya tiba ketika si anak mengutarakan keinginannya untuk masuk seminari.

Ayahnya hanya dapat berpasrah, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakMu”

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mencanangkan misi pelayananNya. Sejak dari awal sudah tergambar siapakah Yesus. Dia sudah dinubuatkan oleh para nabi. Sejak usia duabelas tahun sudah senang tingal di Bait Suci sebagai rumah BapaNya. Ia juga ditunjuk oleh Yohanes Pembaptis sebagai Anak Domba Allah yang telah dijanjikan untuk menebus dunia.

Ketika Yesus membaca nubuat Nabi Yesaya, “Roh Tuhan ada padaKu oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang”

Inilah saatnya bagi Yesus memberitakan misiNya, “Hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya!” Yesus datang untuk mewujudkan pembebasan. Tindakan dan karya Yesus terarah pada misi pembebasan bagi semua orang.

Kita ada di dunia ini juga punya misi hidup. Ada yang punya misi membuat sesama bahagia. Ada lagi yang bermisi melayani keluarga. Ada yang bermisi menjadi imam demi mewartakan Injil. Misi itu sudah ditanam dalam diri kita masing-masing.

Mari kita menggenapi misi kita supaya hidup kita berguna bagi dunia sekitar kita.

Mau debat presiden tanya kisi-kisi. Saat debat malah bingung menjelaskannya.
Kita semua punya visi dan misi. Mengabdi sesama itu wujud kongkretnya.

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here