Puncta 10.07.19 Mt 10:1-7: Sang Padmanaba Merayu Karna

0
449 views
Tokoh pewayangan Adipati Karna. (Ist)

KETIKA Sri Kresna menjadi duta Pandawa meminta kembalinya Kerajaan Indrapastha dan seluruh jajahannya gagal, ia memastikan Perang Baratayuda antara Kurawa dan Pandawa tidak lama lagi akan pecah. Ia akan pulang ke Wirata untuk melaporkan kegagalan misinya kepada para Pandawa.

Tetapi ia berinisiatif singgah di Awangga menemui Adipati Karna. Ia ingin mengajak Karna bergabung dengan Pandawa, karena Karna sesungguhnya “satu kawah, satu rahim, satu kandang” dengan para Pandawa.

Karna adalah putra Kunti yang tertua. Karna adalah domba yang tersesat masuk di kandang Kurawa. Namun bujukan Kresna juga gagal, karena Karna “keukeuh” berada di pihak Kurawa.

Kendati Karna lahir dari Kunti, tetapi ia tidak merasa Kunti menjadi ibunya karena sejak kecil Karna “dibuang” dan dipelihara oleh Adirata, kusir kerajaan.

Menurut Kresna dan kebanyakan orang, Karna adalah domba yang tersesat. Ia berada di pihak lawan dan harus dikembalikan ke saudara-saudaranya yakni Pandawa.

Yesus memilih kedua belas rasul untuk membantu Dia mewartakan Kerajaan Allah. Kabar Gembira ini harus disampaikan kepada semua orang. Duabelas muridNya diutus untuk membantu karya pewartaan Injil Kerajaan Allah. Pesan Yesus kepada mereka, “Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain, atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan wartakanlah, ‘Kerajaan Surga sudah dekat’.”

Para murid diutus untuk tidak terlalu jauh menyimpang ke bangsa lain. Tetapi mereka diutus untuk mencari domba-domba yang hilang di antara umat Israel sendiri. Kresna itu masuk terlalu jauh ke bangsa Kurawa dan dia gagal mengingatkan mereka untuk mengembalikan Kerajaan Indraprasta.

Maka ia menyasar dan mendekati kalangan sendiri yakni saudara Para Pandawa. Ia pergi kepada Karna, domba yang hilang itu. Jika Karna bisa diajak kembali pastilah perang Baratayuda tidak akan terjadi.

Namun Karna punya keyakinan lain. Menumpas kejahatan tidak mungkin terjadi kalau yang membuat kejahatan tidak dimusnahkan. Karna mau menjadi tumbal supaya Kurawa bisa dikalahkan. Kalau dia tidak di pihak Kurawa, orang-orang Astina itu tidak berani perang.

Domba yang hilang itu bisa ada di tengah keluarga kita sendiri. Mereka itu dulu yang harus kita selamatkan. Anak-anak yang malas berdoa, pergi ke gereja, orangtua yang merasa paling benar sendiri, cuek terhadap sesama, merekalah yang harus lebih dahulu disapa dan diselamatkan.

Lingkungan keluarga kita sendiri dahululah yang harus kita perbaiki. Jangan kita terburu ingin memperbaiki keluarga orang lain.

Asam-asam rasanya mangga
Lebih enak makan daun pepaya
Perbaiki lebih dulu keluarga kita
Sebelum mau memperbaiki keluarga tetangga

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here