Puncta 12.10.18. Lukas 11:15-26 Crah Agawe Bubrah

0
359 views
Ilustrasi: pertunjukan wayang.(ist)

DALAM Perang Baratayuda. Pihak Kurawa tidak punya pemimpin yang mempersatukan. Mereka ingin menonjolkan diri menjadi senopati. Namun mereka tidak punya pemimpin yang membuat visi, membangun strategi dan mengkomando semua kekuatan.

Di pihak Pandawa ada Sri Batara Kresna yang membangun visi dan strategi serta menyatukan seluruh kekuatan. Maka Kurawa hancur lebur dikalahkan Pandawa.

Dalam Injil hari ini Yesus dituduh oleh para pengkritiknya bersekutu dengan Beelsebul, kepala setan. Menjawab itu Yesus membuat perumpamaan bagaimana bisa terjadi setan melawan dirinya sendiri?

Setiap kerajaan yang terpecah belah pasti runtuh. Jika iblis juga terbagi-bagi dan melawan diri sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertaha? Yesus datang dengan kuasa Allah. Ia tidak menggunakan kuasa setan.

Hal itu mau menunjukkan bahwa kuasa Allah mengatasi segala sesuatu, juga kuasa setan pun ditaklukkanNya. Maka dengan demikian Yesus telah menghadirkan kuasa Kerajaan Allah sendiri. Mukjizat-mukjizat yang dibuatNya menunjukkan kuasa Allah telah hadir di tengah-tengah kita.

Tanda Kerajaan Allah hadir adalah damai sejahtera. Jika kita membawa damai dan membuat orang lain sejahtera itu berarti kita menghadirkan Kerajaan Allah. Sebaliknya jika kehadiran kita justru membuat perpecahan, kebencian, permusuhan, ketakutan, kawatir dan putus asa, maka kita tidak membawa kuasa Allah tapi kuasa setan.

Marilah kita hadirkan wajah Allah dalam kasih damai sejahtera.

Bebek berjalan berbondong-bondong. Rajawali terbang seorang diri. Kalau hati diliputi sifat sombong. Kita tak punya teman sejati. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here