Puncta 13.02.19 Halal dan Haram

0
449 views
Ilustrasi: Ist
Suasana halal bil halal

SEORANG ibu berbisik-bisik kepada tour leader waktu mau makan di restoran di kota Yerusalem, “Boleh gak kita bawa sambal sendiri ke restoran, kalau gak pakai sambal itu seperti gak ada selera makan?”

Di Israel sangat terkenal dengan istilah kosher food, makanan halal. Orang asing tidak boleh membawa makanan dari luar. Mereka anggap makanan itu tidak kosher.

Di Kuching Malaysia kita juga bisa menjumpai toko-toko swalayan yang menjual makanan atau daging tidak halal. Mereka menulis di tempatnya (kulkas, atau almari pendingin) dengan warna merah “non halal”.

Orang dengan sendirinya sudah tahu bahwa makanan atau daging itu barang tidak halal. Toko itu melayani kebutuhan semua orang. Kalau tidak mau, jangan membeli.

Begitu tidak usah repot-repot.

Dalam buku Katekismus Gereja Katolik No 582 dijelaskan: Hukum mengenai halalnya makanan, yang memainkan peranan besar dalam kehidupan Yahudi, dipenuhi Yesus, dengan menyatakan arti “mendidik” (Gal 3:24) dari peraturan itu melalui penjelasan ilahi, “Bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya….. Dengan demikian, Ia menyatakan semua makanan halal… Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Mrk 7:18-22).

Bagi kita jelas, segala sesuatu yang masuk tidak menajiskan tetapi apa yang keluar dari dalam diri, hati dan pikiran manusia itulah yang menajiskan. Oleh karena itu yang harus dijaga adalah diri, hati dan pikiran kita, supaya apa yang keluar sungguh hal yang baik, bersih, suci dan luhur.

Hati dan pikiran yang baik itu seperti bunga. Jika bunga itu baik, pastilah banyak kupu-kupu datang. Selain kupu-kupu juga datang lebah mencari madu, capung bermain di dekat bunga, burung dan binatang lainnya.

Begitulah kehidupan. Hasilkanlah yang baik, maka kebaikan akan menyertai hidupmu.

Matahari bersinar di pagi hari
Membuka cakrawala di langit biru
Pancarkanlah kebaikan dan keluhuran budi
Pastilah sahabat-sahabat datang mengerumunimu

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here