Puncta 15.08.19 Mat 18:21-19.1: Mengampuni adalah Kekuatan Ilahi

1
524 views
Pasutri saling memberkati dalam program animasi dan pembinaan pasutri 'balita' di Paroki St. Mena, Keuskupan Atambua, Timor, NTT. (Romo Kanis Pr/Keuskupan Atambua)

NOBODY is perfect… ya tidak ada orang yang sempurna.

Setiap orang harus bisa menerima kekurangan pasangan seperti dia mencintai apa yang menjadi kelebihan pasangannya itu. Berikan cinta dan kasih, walau itu tak harus sempurna.

Setiap orang pernah salah, namun berani untuk lebih baik itu baik.” Demikian nasehat Paus Fransiskus kepada pasangan-pasangan Kristiani di dalam sinode keluarga beberapa waktu lalu.

Ketika Petrus bertanya sampai berapa kali kita harus mengampuni, Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Batas kesabaran kita sebagai manusia itu hanya tujuh kali untuk bisa mengampuni. Bahkan sering kurang dari itu.

Tetapi Allah menghendaki 70 x 7 kali, itu berarti setiap hari kita harus berani mengampuni. Satu tahun terdiri dari 365 hari. Kalau 70 x 7 berarti 490 kali.

Dalam Kitab Masmur dikatakan, “Janganlah matahari tenggelam sebelum padam amarahmu.” Yesus juga menegaskan, “Kesusahan sehari cukuplah untuk satu hari.”

Janganlah memendam sakit hati. Karena dendam sakit hati itu seperti gunung es. Makin disimpan akan makin menjadi besar. Jika ada pemantik sedikit saja, akan bisa meledak menghancurkan semuanya.

Membuat kesalahan itu sangat manusiawi karena kita tidak ada yang sempurna. Tetapi berani mengampuni itulah sifat ilahi. Allah selalu mengampuni. Seperti samudera raya menerima segala air dari mana-mana, begitulah Allah menerima manusia sekotor apa pun dia.

Ketika saya mengikuti Week End ME, saya kagum kepada pasangan-pasangan yang tetap setia kendati tidak mudah menerima kekurangan pasangannya.

Namun semangat pengampunanlah yang senantiasa menguatkan kehidupan mereka. Tidak ada suami sempurna, begitupun juga tidak ada istri yang sempurna.

Sama-sama mengalami ketidaksempurnaan itulah menjadi ladang subur untuk selalu mengampuni. Sebagai imam saya juga diteguhkan oleh mereka.

Banyak yang bilang mengampuni itu mudah tetapi kalau terus menerus harus mengampuni itulah yang susah. Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengampuni tak terbatas sebagaimana Allah tanpa batas menerima kita. Marilah kita minta kepada Allah agar mampu mengampuni seperti Dia selalu mengampuni kita.

Indahnya lereng Gunung Merapi
Dilihat dari gardu pandang Sela
Tidak mudah untuk mengampuni
Namun lebih mulia kita bisa melakukannya

Berkah Dalem,

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here