Puncta 15.10.18. Lukas 11:29-32 Tanda Yunus

0
279 views
Ilustrasi: Ist.

YESUS mengkritik orang-orang di zamanNya yang tidak mampu melihat tanda-tanda zaman. Orang-orang Ninive dulu percaya pada tanda Nabi Yunus. Ia mewartakan pertobatan kepada penduduk Ninive yang tidak mengenal Allah. Mereka melihat Yunus sebagai utusan Allah.

Mereka percaya dan bertobat. Mulai anak-anak sampai orang tua. Dari rakyat jelata sampai raja Ninive mengumumkan puasa dan pertobatan. Mereka berbalik kepada Allah. Tetapi angkatan ini tidak mau percaya pada mukjijat-mukjijat Yesus. Bahkan pewartaanNya tidak mereka terima. Ratu dari Selatan datang ke Israel untuk mendengarkan hikmat Salomo yang tinggi luhur. Tapi angkatan ini tidak mau mendengar sabda Yesus.

Di zaman sekarang ini kita memiliki orang baik, jujur, tekun bekerja, menunjukkan integritasnya membangun bangsanya, memberi semangat untuk terus maju. Semangatnya hanya kerja, kerja dan kerja. Menurut saya dia itu adalah tanda bagi bangsa Indonesia.

Tapi banyak orang tidak mau menerimanya. Orang menghina, memfitnah, mengejek, mencibir dan nyinyir terhadapnya. Tapi dia tidak peduli dengan semua itu. Dia tetap bekerja untuk rakyatnya.

Dalam Injil hari ini Yesus tidak akan memberi tanda kepada orang selain tanda Yunus. Baru setelah kebangkitanNya orang memahami siapakah Yesus sesungguhnya.

Marilah kita mohon agar kita mampu melihat tanda-tanda zaman di sekitar kita. Orang-orang baik ada banyak di sekitar kita. Orang yang bersungguh-sungguh mau berkorban untuk bangsa kita bahkan jika harus dihina, difitnah, dipenjara, tetap tulus mencintai Merah Putih. Dialah tanda supaya kita percaya dan mendukung perjuangannya. Yesus adalah tanda bagi bangsaNya.

Saya takkan ragu mengatakan bahwa Jokowi adalah tanda bagi Indonesia. Ada banyak kesamaan antara Yesus dan Jokowi. Mereka sama-sama anak tukang kayu. Mereka sama-sama suka blusukan. Mereka sama-sama suka orang kecil dan lemah. Mereka sama-sama dari Jawa Tengah.

Bedanya, Jokowi orang Solo, kalau Yesus orang Kudus. Tetapi mereka adalah tanda bagi bangsanya. Orang baik tidak boleh berjalan sendiri. Mari kita jadi tanda bagi dunia sekitar kita. Ke Purwokerto ikut tahbisan. Tidak lama ada uskup baru. Jangan kita dilanda ketakutan. Jadilah tanda bagi generasimu. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here