Puncta 16.11.19 Luk 18:1-8: Kita Angkat Tangan, Tuhan Turun Tangan

0
71 views
Tuhan menyembuhkan by Ist

SEORANG ibu divonis dokter punya penyakit ganas di tubuhnya dan harus menjalani operasi. Ia merasa sedih dan takut. Ia berpikir tentang suami dan anak-anaknya. Ia juga harus memutar otak bagaimana bisa membayar biaya operasi yang pasti mahal.

Ia sangat sedih memikirkan semua ini.

Satu-satunya usaha yang dapat dilakukan sekarang hanya berdoa kepada Tuhan. Ia pasrah. Setiap malam ia berdoa kepada Tuhan lewat Bunda Maria. Ia bertekad untuk berdoa tepat pada jam duabelas malam.

Setiap hari tiada henti. Sebulan berlalu, dan ketika sehari sebelum diadakan tindakan operasi, dokter melakukan pengecekan akhir. Ternyata penyakit itu hilang.

Dokter terheran-heran. Tidak ada lagi yang harus diangkat untuk operasi.

Dokter memutuskan tidak perlu ada tindakan operasi. Ibu itu kaget dan tidak menduga. Doanya selama ini didengarkan Tuhan. Ia sangat percaya Tuhan telah mengambil penyakitnya. Tuhan sungguh luar biasa.

Bacaan Injil hari ini Yesus mengingatkan kepada murid-muridNya untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yesus memberi contoh dengan menceritakan sebuah perumpamaan.

Ada hakim yang lalim. Ia tidak takut akan Allah. Ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim untuk membela perkaranya.

Janda itu terus menerus datang dan meminta bantuannya. Saking tidak tahan diganggu oleh janda itu, maka sang hakim akhirnya menolong.

Yesus menegaskan, kalau hakim yang lalim dan kejam saja berbelaskasih kepada janda miskin itu, bagaimana Allah tidak akan jatuh belaskasihan kepada kita.

Kalau kita mempunyai beban masalah yang berat, entah itu penyakit kronis, persoalan keluarga atau pekerjaan atau relasi dengan orang lain dan kita tidak mampu mengatasinya. Kita harus angkat tangan di hadapan Tuhan.

Kita pasrah dan serahkan kepada Tuhan. Biarlah Tuhan yang turun tangan membantu kita. Tapi kalau kita sombong merasa bisa mengatasi sendiri, kita turun tangan membereskan.

Tuhan akan angkat tanganNya dan tidak menolong kita. Kita hanya mengandalkan diri sendiri. Maka Tuhan angkat tangan.

Kalau kita sudah angkat tangan terhadap masalah yang kita hadapi maka jangan berhenti untuk berdoa dan meminta Tuhan untuk turun tangan.

Serahkan bebanmu dan masalahmu kepada Tuhan. Pasti Dia akan bertindak. Kalau kita angkat tangan, Tuhan akan turun tangan.

Tetapi kalau kita yang turun tangan karena kita sombong dan tidak mau mengandalkan Tuhan, maka Tuhan angkat tangan.

Makan sambal cabenya lima
Bikin perut mules dan diare
Janganlah berhenti berdoa
Karena “Gusti boten sare”

Wisma OMI, Week End ME

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here