Puncta 17.04.19 Mat 26:14-25: Konspirasi

0
252 views
Pikiran Jahat

PADA tanggal 14 April 1865, pukul 22.00 waktu setempat di Ford’s Theatre, Washington DC, Presiden Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln tewas dibunuh oleh seorang aktor ternama, John Wilkes Booth. Ia merupakan presiden pertama Negeri Paman Sam yang tewas terbunuh.

Awalnya, dengan langkah begitu cepat, John Wilkes Booth masuk ke tempat Presiden Abraham Lincoln duduk di sebuah ruang VIP. John datang dari belakang. Beberapa saat kemudian, ia mengambil senjata api dan melepaskan tembakan ke arah Presiden.

Presiden AS ke 16 dan merupakan Bapak Demokrasi Amerika ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Ada teori konspirasi yang berkembang karena tidak mungkin seorang Presiden adidaya dibunuh oleh seorang John Wilkes Booth seorang diri. Membunuh orang nomor satu di Amerika pasti membutuhkan rencana yang matang. Harus ada strategi, kerjasama, rencana yang sempurna karena pengawalan ring satu pasti sangat ketat.

Banyak orang percaya teori kosnpirasi itu nyata.

Dalam teori konspirasi, kematian Yesus tidak hanya bertumpu pada sosok Yudas Iskariot. Ada banyak situasi dan kondisi yang mempengaruhi peristiwa itu. Situasi sosial, keagamaan, politik dan ekonomi pada masa Yesus ikut berperan.

Dalam Injil peranan imam-imam kepala, ahli-ahli Kitab dan orang-orang Farisi yang bersekongkol membunuh Yesus sudah kelihatan sejak Yesus membuat banyak mukjizat. Yesus dianggap merongrong kewibawaan para imam dan ahli kitab.

Yesus makin banyak pengikutnya. Mereka percaya Yesus adalah nabi. Otoritas mereka terancam. Yesus dianggap tidak menghormati hukum sabat.

Para imam kepala punya kepentingan politik dan religius. Yudas punya kepentingan ekonomi. Herodes dan Pilatus punya kepentingan keamanan. Berbagai kepentingan itu bersatu membangun konspirasi untuk menyingkirkan Yesus.

Ketika kesempatan itu datang, Yudas menghadap para imam kepala dan berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku supaya aku menyerahkan Dia kepadamu?”

Mereka membayar 30 uang perak kepadanya. Sejak saat itu mereka bersekongkol.

Pemufakatan jahat sering terjadi di sekitar kita. Kalau ada orang baik berjuang keras ingin memajukan suatu bangsa, pasti banyak yang membencinya. Kalau ada orang jujur ingin menolong masyarakat, pasti ada yang berusaha menjegalnya.

Mereka yang kepentingannya terancam secara ekonomi, politik, KKN, pasti akan membuat persekongkolan.

Tetaplah menjadi pribadi yang baik, jujur, bersih dan tulus ikhlas. Kita percaya, orang baik pasti akan didukung banyak orang.

Pagi-pagi makan bubur
Bubur Padang banyaklah kuah
Bertemanlah dengan orang baik dan jujur
Anda akan mendapatkan banyak berkah

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here