Puncta 17.06.19 Mat 5:38-42: Keris Mpu Gandring

0
509 views
Ilustrasi: Dendam. (ist)

KISAH Kerajaan Singosari tidak terlepas dari keris Mpu Gandring. Suksesi berdarah kerajaan Singosari menimbulkan jatuh kurban karena kutukan Mpu Gandring.

Nyawa ganti nyawa terus berjatuhan seiring dendam kesumat pemegang keris pembawa maut.

Ken Arok percaya ramalan; siapa yang bisa memperistri Ken Dedes akan menjadi raja. Padahal Ken Dedes sudah punya suami, Tunggul Ametung. Untuk memenuhi hasratnya itu, Ken Arok memesan Mpu Gandring membuatkan keris.

Ahli keris itu menyanggupi setahun keris akan jadi. Tetapi sebelum waktu yang disepakati, Ken Arok memaksa Mpu Gandring menyerahkan kerisnya. Ken Arok merebut keris dan menusukannya kepada Mpu Gandring.

Sebelum ajal, Mpu Gandring mengutuk keris itu akan meminta balas 6 nyawa.

Begitulah keris itu memakan korban dari keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung. Nyawa ganti nyawa; mulai dari Mpu Gandring, Tunggul Ametung, Ken Arok, Ki Pengalasan, Anusapati, Tohjaya.

Dalam kotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian mendengar bahwa dahulu disabdakan, “Mata ganti mata; gigi ganti gigi.” Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu.’

Sabda Yesus itu sangat ekstrem dan melawan arus jaman. Pada waktu itu keadilan diartikan ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi. Dengan demikian rantai balas dendam tak akan pernah berakhir.

Yesus melawan hukum yang tidak benar itu. Ia mengajarkan tentang kasih dan pengampunan. Paling tidak memutus rantai balas dendam dengan tidak melawan. Bahkan Yesus meminta muridnya, berikanlah pipi kirimu bagi orang yang menampar pipi kananmu. Kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan.

Perwujudan ajaran kasih dan pengampunan itu memang sulit. Bagi Yesus hal itu bisa dilakukan.

Ia memberi contoh saat tergantung di kayu salib dengan mendoakan musuh-musuhNya, “Ya Bapa, Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kalau kita mau meniru Yesus, kita bisa.

Adakah kemauan dari kita? atau kita sombong dan egois menganggap diri paling benar dan berkuasa? Yesus sendiri sudah memberi contoh.

Kita yang mengaku orang Kristen justru tidak berani mengampuni dan mengasihi yang membenci kita. Jangan sampai kutukan Mpu Gandring itu justru menimpa kita karena kita tak mau memutus rantai kekerasan dengan pengampunan.

Candi Mendut ada di Mungkid
Borobudur ada di sebelah baratnya
Mengampuni itu tidak sulit
Kalau kita mau membuka hati kita

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here