Puncta 18.01.19 Markus 2:1-12 Gotong Royong

0
311 views
Ilustrsi: Umat Wilayah St. Bernardus Kalitengah Paroki Wedi melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan bantara Sungai Ujung Wedi sebagai bentuk cinta lingkungan dan sesama dalam Masa Prapaskah. (Laurentius Sukamta)

KISAH tentang manjat memanjat waktu masih jadi frater. Ada dua orang frater sepakat panen apokat tanpa izin alias mencuri. Pada jam siesta (istirahat siang) biasanya semua pada tidur di kamar masing-masing.

Mereka sepakat beroperasi. Satu frater memanjat pohon. Yang lain menangkap di bawah. Ketika si pemanen sudah naik pohon, bruder yang ngurus kebun muncul dari kejauhan. Sang penangkap di bawah langsung lari tanpa memberi tahu temannya. “Nih, tangkap ya!’ tanpa melihat ke bawah, apokat dijatuhkan. Yang di bawah bilang, “Siaaapp!”

Dengan semangat frater itu memetik dan menjatuhkan apokat yang sudah matang. Ketika dirasa sudah cukup, ia pelan-pelan turun ke bawah. Betapa kagetnya dia!! Ternyata bukan teman sesama frater yang membantu tetapi bruder. Dengan muka pucat pasi dia minta maaf. Bruder bilang, “Gak papa frater sudah membantu saya memanen apokat. Mau bawa gak?”. “Gak ah der, makasih.” Dia ngacir lari menahan malu. Ketika ketemu temannya, dia langsung teriak, “Sontoloyo kamu ya”

Berbuat jahat aja bisa berjamaah seperti frater yang mencuri alpokat tadi.

Nah, dalam Injil hari ini mereka berjamaah berbuat baik. Ada empat orang menggotong seorang yang sakit lumpuh. Karena di depan pintu banyak orang berdesakan, mereka tidak bisa membawa masuk. Hambatan itu tidak menyurutkan niat mereka.

Ada ide kreatif muncul. Membuka atap di atas tempat Yesus mengajar dan menurunkan si sakit tepat di depan Yesus.

Melihat iman mereka yang kreatif, tak kenal lelah, ingin menolong sesama yang sakit, maka Yesus menyembuhkan dan tidak hanya fisik tetapi juga mengampuni dosanya.

Kalau kita tak mampu menolong sendiri, kita bisa bergotong royong membantu sesama. Kalau kita mau terbuka dengan orang lain, akan muncul ide-ide kreatif dan membangun, solusi yang meringankan dan beban berat bisa ditanggung bersama.

Kalau kejahatan aja bisa berjamaah, maka kebaikan juga harus kita lakukan secara berjamaah. Empat orang yang menolong itu tidak disebut namanya. Mereka itu bisa siapa saja. Mereka itu bisa aku, kamu, kita ataupun siapa saja bisa melakukan kebaikan. Mari kita gotong royong untuk berbuat baik supaya banyak orang takjub dan memuliakan Allah.

Panen alpokat di kebun tetangga
Buahnya jatuh di atas rerumputan
Ayo kita saling menolong dan kerjasama
Biar Nama Tuhan makin dimuliakan

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here