Puncta 19.02.20: Tidak Ada yang Instan

0
324 views
Ilustrasi: harta uang. (Ist)

Markus 8 :22-26

HATI-HATI ada perusahaan investasi bodong. Tanda yang paling mudah dideteksi adalah menawarkan investasi dengan sedikit modal tetapi hasilnya setinggi langit. Kalau itu berupa tabungan ya dijanjikan bunga berlipat-lipat.

Kita diberi kemudahan-kemudahan fasilitas atau janji-janji yang menggiurkan. Tanpa ada usaha tetapi langsung kaya raya. Orang tidak mau kerja keras tetapi serba instan langsung mendapat hasil banyak.

Kita ingat kasus Dhimas Kanjeng. Banyak orang percaya kepadanya. Orang ingin cepat menjadi kaya tanpa harus susah-susah. Tidak perlu melalui proses panjang.

Hari ini Yesus menyembuhkan orang buta melalui sebuah proses. Ada berbagai cara Yesus menyembuhkan. Kadang hanya dengan menumpangkan tangan. Kadang hanya dengan berbicara. Kadang dari jarak jauh. Kadang dari jarak dekat, bertemu dengan orang yang sakit.

Dalam penyembuhan kali ini, ada proses yang dibuat oleh Yesus. Ia memegang tangan si buta, membawanya ke luar kampung. Yesus meludahi mata si buta dan meletakkan tanganNya atas mata orang itu.

Lalu Yesus berdialog dengan si sakit. Bagaimana perkembangannya. Si buta tidak langsung dapat melihat. Yesus meletakkan tanganNya lagi pada mata si buta. Baru kemudian sembuhlah orang itu.

Ada proses yang harus dijalani oleh si buta itu. Dia tidak langsung sembuh seperti yang lainnya. Yesus menyembuhkan orang bisa dengan berbagai macam cara. Kali ini dengan meletakkan tangan, meludahi dan berdialog dengan si sakit.

Yesus mengajak orang itu berproses bersama, berdialog bersama sehingga membutuhkan waktu bersama. Tidak ada yang instan. Ada proses yang harus dilalui.

Dibutuhkan usaha yang keras dan iman yang kuat agar orang mengalami kesembuhan atau pertobatan. Kita bisa belajar dari Zakeus atau wanita yang sakit pendarahan selama duabelas tahun. Orang buta ini pun juga melalui sebuah proses atau tahap-tahap penyembuhan. Namun begitu, Tuhan pasti menyembuhkan. Bagaimana dan kapan, itu hanya Tuhan yang menentukan.

Tuhan juga mengajak berdialog. Dialog dengan Tuhan itulah doa. Kalau kita mau disembuhkan tetapi tidak pernah berdialog, berdoa dengan Tuhan, maka susah juga kesembuhan itu terjadi.

Seorang dokter akan mudah menyembuhkan pasien kalau pasien itu mau berdialog terbuka tentang penyakitnya.

Begitu pun kita akan mudah disembuhkan kalau kita mau berdialog dengan Tuhan yaitu berdoa. Marilah kita sering berdialog dengan Tuhan.

Makan rujak pedas sambalnya
Porsinya besar untuk berdua
Kalau kita sering berdoa
Tuhan pasti tahu isi hati kita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here