Puncta 19.06.19 Mt 6:1-6.16-18: Tanpa Pamrih

0
278 views
Menolong orang lain (Ist)

SAYA harus mengucapkan banyak terimakasih kepada Grup Ayo Baca Alkitab (ABA) Lectio Divina G4 yang memberi inspirasi tentang berbagi.

Ada 66 peserta aktif membaca Kitab Suci per 2 bab setiap hari. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga punya kepedulian sosial.

Sambil membaca, mereka menabung duaribu rupiah per hari untuk dikumpulkan dan diserahkan kepada mereka yang membutuhkan. Mereka tidak saling bertemu, hanya komunikasi WA. Tetapi mereka kompak mau membantu dengan gerakan duaribu rupiah.

Gerakan ini sudah berlangsung selama dua tahun.

Sekarang ini sumbangan yang terkumpul akan disatukan dengan gerakan Kevikepan Semarang yang peduli pada pendidikan Katolik.

Ada banyak orang menyumbang atau membantu sesama dengan tidak mau disebut identitasnya. Mereka menamakan diri murid Tuhan, hamba Allah, atau NN.

Mereka tak ingin diketahui namanya. Ada yang menyumbang sedikit. Ada yang menyumbang banyak. Itu diberikan secara tulus tanpa butuh publikasi supaya diketahui orang banyak.

Nampaknya mereka yang menyumbang itu mewujudkan sabda Yesus, “Apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan secara tersembuyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Janganlah berhitung tentang apa yang sudah engkau berikan kepada orang lain. Tetapi hitunglah kebaikan-kebaikan yang telah engkau terima dari orang lain. Kita tidak perlu mengingat-ingat jasa kita. Biarlah orang lain yang akan mengingatnya. Tetapi ingatlah jasa orang lain yang telah menanam kebaikan kepada kita. Supaya kita mampu bersyukur dan tidak jatuh pada kesombongan diri.

Begitupun dalam hal berdoa dan berpuasa. Yesus mengingatkan kita untuk tidak pamer supaya dilihat orang. Kita berdoa keras-keras supaya didengar orang.

Tidak terpuji lagi kalau doa justru dipakai untuk menjelekkan orang lain seperti orang Farisi yang berdiri tegak di Bait Allah. Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepada kita.

Marilah kita berbuat baik dengan tulus ikhlas tanpa pamrih.

Biarlah nama Allah dipuji karena perbuatan kita dan orang lain akan memuliakan namaNya.

Bendera kita merah putih
Indonesia nafas hidup kita
Marilah berbuat baik tanpa pamrih
Biarlah Bapa di surga yang mengganjarnya

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here