Puncta 19.11.19 Luk 19:1-10: Relasi yang Mengubah

0
88 views
IIustrasi (Ist)
Zacheus welcomes Jesus - Luke 19:1-10

DALAM Injil hari ini digambarkan Yesus yang berinisiatif singgah di rumah Zakeus. Yesus menanggapi kerinduan Zakeus yang ingin berjumpa denganNya.

Kehidupan mapan dan nyaman yang dialami oleh Zakeus ternyata tidak memberikan damai di hatinya, masih ada kekurangan yang mendorong dirinya untuk terus mencari.

Maka ketika Yesus berkunjung ke Yerikho, Zakeus tidak membuang-buang kesempatan. Ia berusaha melihat Yesus yang akan lewat di jalan-jalan Yerikho.

Niat Zakeus sangat besar. Ia tidak hanya jalan santai-santai, tetapi dia berlari mendahului orang banyak. Tidak cukup itu saja, ia memanjat pohon ara.

Orang terhormat dan terpandang tidak sungkan dan malu “penekan” memanjat pohon. Statusnya sebagai orang kaya dan terpandang ia tinggalkan. Yang penting hanya satu, bisa melihat Yesus.

Melihat iman Zakeus itu, Yesus menanggapinya dengan meminta Zakeus turun, berjumpa dan mampir ke rumahnya. Tidak hanya bersalaman atau bertegur sapa di jalan. Tetapi Yesus berkenan singgah di rumahnya.

Betapa bahagianya Zakeus. Kalau kita bersungguh-sungguh ingin bertemu dengan Yesus, Dia akan memberi lebih dari apa yang kita harapkan. Allah itu maha pengasih dan pemurah.

Kebaikan dan kemurahan hati Allah itu menghasilkan perubahan dalam diri Zakeus. Ia bertobat. Maka ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Perjumpaan dengan Yesus membuat perubahan hidup. Zakeus yang awalnya mengumpulkan uang pajak rakyat menjadi pembagi harta kepada orang miskin. Yang tadinya hanya egois mementingkan diri sendiri menjadi altruis mengasihi orang lain dengan murah hati.

Yang awalnya dianggap sebagai orang berdosa, dengan perjumpaan ini menjadi orang terberkati. Yang tadinya berbadan pendek harus naik ke pohon, sekarang boleh berdiri di hadapan Yesus.

Dalam ekaristi, kita juga berjumpa dengan Yesus dalam tubuh dan darahNya, apakah kita juga mengalami perubahan yang membawa berkat? Apakah kita juga semakin mengasihi sesama dan berani berbagi berkat dengan mereka?

Ke Wonosari ikut lebaran ketupat
Dibagi-bagi ke tempat saudara
Mengikuti Yesus itu banyak berkat
Tetapi kita harus mau juga membaginya.

Cawas, pagi yang indah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here