Puncta 20.09.19 PW. St. Andreas Kim Taegon dan St. Paulus Chong Hasang Lukas 8:1-3: Behind The Scene

0
210 views
Kim Taegon

ADA ungkapan yang mengatakan, “Di balik kesuksesan seorang lelaki, ada pengorbanan besar seorang wanita.” Di balik kesuksesan Soekarno ada Fatmawati. Di belakang Habibie ada Ainun.

Banyak kehebatan tokoh-tokoh besar kaum lelaki, biasanya karena dukungan dan pengorbanan seorang perempuan.

Dalam kisah pewayangan juga ada tokoh Kunti dan Drupadi dibalik keperkasaan Para Pandawa. Di balik keberhasilan Rama dan Lesmana menumpas Alengka karena ada kesetiaan Sinta.

Jangan memandang rendah peran kaum perempuan. Perjuangan mereka itu tidak terlihat namun berdaya sakti. Mereka sering disebut pejuang di balik layar.

WS Rendra pernah menulis puisi berjudul, “Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta.” Mereka berjuang dengan caranya sendiri memuluskan kebijakan-kebijakan.

Politisi dan pejabat tinggi, konggres-konggres dan konferensi tak pernah berjalan tanpa peran mereka.

Sarinah dan Dasima adalah tokoh perempuan yang disebut berjuang dengan cara mereka. Entah itu fiktif atau realitas yang sebenarnya, ketok palu yang sebenarnya telah diolah di tangan kaum perempuan itu.

Dalam bacaan Injil hari ini, karya pelayanan Yesus selain didukung oleh kedua belas muridnya, juga dibantu oleh kaum perempuan di belakang mereka.

Mereka itu adalah Maria Magdalena, Yohana bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi. Kendati mereka berada di balik layar, namun sokongan atau dukungan mereka sangat besar.

Di dalam aneka kegiatan gereja, peran kaum perempuan ini sangat besar. Sekarang sudah mulai mereka ikut dalam pengambilan keputusan, entah menjadi ketua bidang atau wakil ketua dewan paroki. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan kaum laki-laki.

Tidak ada lagi istilah “kanca wingking” atau orang di balik layar. Mereka tidak lagi ngurus hal-hal domestik, seksi konsumsi atau urusan dapur. Tetapi mereka juga mampu berorganisasi, memimpin rapat dan mengambil keputusan strategis.

Marilah kita berperan di segala lini dengan talenta dan kemampuan kita masing-masing. Karya Tuhan membutuhkan keterlibatan laki-laki dan perempuan.

Ke pasar buah membeli rambutan
Dapat bonus salak dari Sleman
Karya pelayanan Tuhan membutuhkan keterlibatan
Tidak memandang laki-laki atau perempuan

Cawas, suatu pagi yang cerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here