Puncta 21.02.19 Markus 8:27-33: Unicorn

0
772 views
Ilustrasi. (Ist)

SAYA senang melihat debat capres tahap kedua. Lucu tetapi juga terinspirasi darinya. Ketika Pak Jokowi bertanya, “Apa infrastruktur yang akan bapak bangun untuk pengembangan unicorn-unicorn Indonesia?”

Pak Prabowo balik bertanya, “Yang bapak maksud unicorn? Unicorn, maksudnya apa itu yang eeh online-online”.

Lalu jawaban panjang lebar muncul namun tidak menyentuh esensi persoalan. Mungkin Pak Prabowo tidak membaca bukunya Rhenald Kasali yang berjudul Disruption.

Dalam Bukunya itu, Rhenald Kasali menulis: “Di banyak negara, bisnis start-up diyakini berdampak penciptaan lapangan kerja yang besar sehingga mereka diberi ruang dan arena khusus serta kebijakan yang harmonis. Sebut saja di Bangalore India, bisnis start-up bahkan menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendisrupsi pelayanan publik. Saya kira politisi dan pejabat pemerintah perlu berpikir ulang tentang cara menangani kewirausahaan Indonesia dan mulai membesarkan UMKM dengan bisnis start-up secara lebih jelas.”

Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Mereka menjawab dengan mudah karena hanya berdasar kata orang. Yesus tidak ingin jawaban hanya “katanya-katanya” atau “kata orang” saja. Ia ingin jawaban langsung, “Tetapi menurut kamu siapakah Aku ini?”

Maka Petrus menjawab, “Engkaulah Mesias.”

Jawaban Petrus itu sudah benar, tetapi isinya masih salah.

Buktinya? Waktu Yesus menjelaskan bahwa Mesias harus menanggung banyak penderitaan, ditolak oleh para tua-tua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari, Petrus tidak bisa menerima.

Ia menegur Yesus. Maka Yesus memarahi Petrus, “Enyahlah iblis! Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”.

Kita sering berdoa Bapa Kami, “Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga”, tetapi tidak jarang kita memaksa Allah supaya kehendakku saja yang terlaksana. Kita harus belajar memahami kehendak Allah.

Mungkin doa kita terlalu banyak kata-kata tetapi tidak ada isinya. Biarkan Yesus tinggal di dalam diri kita, pasti lama kelamaan kita bisa mengenal siapa Dia sesuangguhnya.

Pilih unicron apa Yuni Shara ?
Beli popcorn ada di Pasar Raya.
Jika kita mengenal siapa Yesus bagi kita
Kita akan hidup menurut teladanNya

Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here