Puncta 23.07.19 Mt 12:46-50: Keluarga Pelangi

0
104 views
Keluarga Kudus dari Nazareth by Ist

HARI Senin, 22 Januari 2018 saya mimpin misa di Tayap untuk perpisahan dengan umat, karena saya dipanggil pulang ke Jawa. Misa diadakan di rumah ketua umat, Pak Herman.

Esok paginya saya pamitan dengan keluarga ini. Kami berpelukan dan tak terasa air mata menetes di sudut mata.

“Romo, jangan lupakan kami ya. Romo sudah jadi bagian keluarga kami,” katanya berkaca-kaca.

Saya menyebutnya Keluarga Pelangi karena punya warung jus dan Bengkel Pelangi. Saya meninggalkan Tayap dengan perasaan kehilangan. Hampir delapan tahun saya tinggal di Tayap.

Saya menemukan keluarga baru di perantauan. Mereka sangat baik, ikut terlibat melayani Gereja. Saya tak bisa melupakan ini. Saat menulis ini pun, saya merindukan mereka. Mempunyai keluarga yang bisa menerima kita sungguh menggembirakan.

Dalam bacaan hari ini Yesus menegaskan siapa yang menjadi keluargaNya. “Siapakah IbuKu? Dan siapakah saudara-saudaraku?

Dan sambil menunjuk ke arah murid-muridNya, Ia bersabda: “Inilah ibuKu, inilah saudara-saudaraKu! Sebab siapapun yang melakukan kehendak BapaKu di surga, dialah saudaraKu, dialah saudariKu, dialah ibuKu.”

Yesus mengartikan hubungan persaudaraan secara baru. Bukan berdasarkan garis keturunan atau aliran darah, tetapi berdasarkan ketaatan melaksanakan kehendak BapaNya.

Setiap orang yang melaksanakan kehendak Bapa adalah saudara Yesus. Relasi kekerabatan diperluas dengan menjadi pelaksana kehendak Allah.

Ia menunjuk para muridNya, berarti Ia menegaskan kalau mau menjadi murid Yesus harus bersedia melaksanakan kehendak Bapa, seperti Yesus sendiri.

Kalau kita melaksanakan kehendak Allah, maka kita akan memperoleh saudara. Ada rumah, ada keluarga, ada ibu bapak yang akan menerima kita.

Saya mengalami itu. Di mana pun ditugaskan, saya menemukan saudara-saudara dan orangtua yang baik.

Marilah kita setia melaksanakan kehendak Bapa, maka Dia akan memberikan berkat berlipat-lipat.

Berkat saudara-saudari, berkat rejeki, berkat pekerjaan, berkat rumah dan keluarga akan mengalir mengikutinya.

Ke swalayan membeli jamu
Untuk mengobati sakit kepala
Siapakah saudaraku, siapakah ibuku?
Mereka yang melakukan kehendak Bapa

Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here