Puncta 23.10.19 Luk 12: 39-48: Sidak

0
249 views
ilustrasi: Inspeksi lapangan oleh Tim Gegana Polri menyisir lokasi halaman dan gedung Gereja Katolik Gembala Baik Paroki Batu - Malang, Senin 14 November 2016.

BEBERAPA pimpinan daerah sering mengadakan sidak (inspeksi mendadak) ke lapangan. Ambil contoh Bu Risma Walikota Surabaya, Ahok waktu menjadi gubernur di Jakarta, atau bahkan Pak Jokowi sendiri.

Ada pegawai yang dimarahi, bahkan dihukum ketika ketahuan tidak berada di tempat kerja. Bahkan Risma tidak segan-segan mencopot bawahannya yang tidak becus bekerja. Mereka sudah digaji dari uang pajak rakyat, tetapi kinerjanya kurang bagus.

Maka pimpinan memperingatkan, memberi sangsi, bahkan harus mencopot mereka yang tidak bertanggungjawab.

Sidak menjadi salah satu cara untuk melihat para pekerja, apakah mereka sungguh-sungguh bekerja dengan baik. Punishment and reward juga dipakai agar mereka bisa meningkatkan hasil kerjanya.

Dalam bacaan Injil hari ini sekali lagi Yesus mengingatkan murid-muridNya untuk siap sedia dan berjaga-jaga. “Hendaklah kalian siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka.”

Ternyata Tuhan juga melakukan sidak kepada kita.

Yesus memuji bagi mereka yang kedapatan sedang melakukan tugasnya ketika tua majikan datang pada waktu yang tidak dinyana-nyana.

“Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang.”

Jika kita melakukan tanggungjawab dengan baik, dan dapat dipercaya, maka kita akan memperoleh kenaikan pangkat atau tanggungjawab.

Jika kita bisa dipercaya dalam hal-hal kecil, maka kita akan diberi kepercayaan yang lebih besar lagi.

Namun jika kita bekerja hanya semau-maunya saja dan tidak bisa dipercaya, maka kita juga akan menuai hasilnya yakni orang tidak akan memberi tanggungjawab dan kepercayaan yang lebih besar.

Benarlah yang dikatakan Yesus, “Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.”

Pepatah mengatakan “sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit” cocok dipakai untuk menjelaskan tingkat kepercayaan orang. Jika kita bisa dipercaya mulai dari kecil, lama-lama akan menjadi besar. Marilah kita melakukan tugas kita dengan baik. Marilah kita membangun kepercayaan diri kita. jika kita mampu melakukan yang kecil, kita akan diberi tanggungjawab yang lebih besar.

Anak kodok namanya precil
Melompat-lompat di air yang biru
Mulailah melakukan yang kecil-kecil
Tanggungjawab besar akan menantimu

Cawas, menanti selalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here