Puncta 26.12.18. Pesta St. Stefanus Martir Pertama. KS 6:8-10; 7:54-59

0
340 views

SETELAH kita merayakan Kelahiran Tuhan dalam pesta Natal mulia, hari ini Gereja langsung mengenang kematian martir pertama yakni St. Stefanus.

Kita seperti disadarkan bahwa kelahiran dan kematian itu berdampingan sangat dekat. Seperti dua sisi dalam sekeping mata uang. Kalau kita bersukacita atas kelahiran, maka kita pun harus menerima kematian dalam sukacita. Bagaimana agar kita bisa menerimanya dalam kegembiraan ? Cara kemartiran Stefanus itulah jalan kematian yang menggembirakan. Stefanus mati syahid karena membela iman. Cara matinya meniru Kristus yang tergantung di salib. Dia menyerahkan nyawanya seperti Kristus yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa.

Stefanus juga mengampuni orang-orang yang merajamnya seperti Kristus yang mengampuni musuh-musuhNya.

“Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”

Kematian mengikuti Yesus itu menjadi cara yang membahagiakan. Seorang Yahudi muda bernama Saulus menjadi saksi kemartiran Stefanus. Dan kelak Saulus yang kemudian kita kenal sebagai Paulus memilih mati syahid membela imannya.

Mati menjadi saksi Kristus adalah jalan membahagiakan sebagaimana kita bergembira menerima kelahiran baru. Dengan cara masing-masing, kita bisa menjadi saksi Kristus.

Botol parfum kecil bentuknya. Baunya harum mahal harganya. Di mana pun kita jadi saksiNya.

Wartakan kebaikan kepada sesama. Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here