Puncta 29.03.20 Hari Minggu Prapaskah V: Makin Beriman dalam Kepedihan

0
326 views
Ilustrasi: Lazarus.


Yohanes 11:1-45

KEMARIN ada berita seorang bapak Prodiakon meninggal di rumah sakit karena sakit jantung. Dalam situasi yang serba sulit ini, keluarga harus mengikuti protokol pemerintah tentang pemakaman.

Keluarga sangat sedih tidak bisa memakamkan secara normal.

Pedih rasanya karena tidak bisa menghormati yang meninggal selayaknya. Semua serba dibatasi. Tidak boleh disemayamkan di rumah duka. Harus langsung dibawa ke makam.

Malam itu juga harus segera dimakamkan. Para petugas di makam juga dibatasi. Harus memakai pakaian yang steril dari virus.

Biasanya ada doa sampai tujuh hari di keluarga. Tetapi karena dilarang berkumpul, maka tidak diadakan doa arwah. Kita bisa memaklumi betapa sedih dan pilunya keluarga yang ditinggalkan.

Bacaan hari ini tentang kematian Lazarus. Marta dan Maria kehilangan saudaranya, Lazarus. Dialah satu-satunya saudara laki-laki.

Dalam tradisi Yahudi, anak laki-laki adalah pengganti orangtua, sebagai kepala keluarga. Dialah penopang seluruh keluarga. Kaum wanita juga sangat tergantung dari laki-laki dalam keluarga itu.

Seorang janda atau perempuan yang tidak mempunyai laki-laki, tidak lagi diperhitungkan dalam masyarakat. Mereka kehilangan martabatnya.

Yesus pernah membangkitkan anak laki-laki seorang janda di Nain. Sekarang Yesus membangkitkan Lazarus bagi Marta dan Maria.

Yesus menegakkan martabat mereka sebagai keluarga. Peristiwa ini mau mengatakan kepada kita semua tentang dua hal.

  • Pertama, Yesus itu Tuhan yang mahakuasa. Ia mengatasi kematian karena Dialah Sang Sumber Hidup.
  • Kedua, dalam kesulitan dan kesusahan, Tuhan selalu hadir menolong kita.

Dalam situasi sulit sekarang ini, kita diajak rebah tersungkur di depan kaki Yesus. “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Ini adalah doa dan pengharapan Maria kepada Yesus. Kalau kita mau tersungkur di depan kakiNya, pastilah Yesus akan bertindak. “Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah,” kata Yesus.

Sabda Yesus itu bukan omong kosong. Kata itu mahakuasa. Ia menghidupkan Lazarus kembali.

Dalam masa yang sulit sekarang ini, iman kita dituntun oleh Marta dan Maria untuk percaya dan bersimpuh di depan kakiNya. Mari kita berdoa supaya wabah virus corona ini dilenyapkan oleh Tuhan. Kita harus kuat berdoa dan percaya.

Karena iman dan doa Marta dan Maria.
Lazarus dibangkitkan dari kematian.
Dalam menghadapi wabah virus corona.
Kita menguatkan doa dan keyakinan.

Cawas, ganti masker warna biru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here