Puncta Minggu 15 April 2018: Habis Gelap, Terbitlah Terang

0
107 views
Ilustrasi: Yesus dan murid dalam perjalanan ke Emaus (Ist)

PENGALAMAN dua orang murid yang pulang ke Emaus menunjukkan kegelapan hidup mereka. Kleopas dan teman yang tidak disebut namanya itu kecewa, putus asa, sedih, harapan mereka hancur berantakan. Yesus yang mereka percaya akan menjadi pembebas dari penjajahan Romawi ternyata mati di salib.

Namun di tengah jalan, Yesus menyertai mereka, bahkan membuka hati mereka dengan menerangkan Kitab Suci yang menyatakan bahwa Mesias harus menderita dan wafat. Tetapi tiga hari kemudian bangkit. Ketika Kitab Suci dibaca bersama Yesus maka mereka tercerahkan, terbuka, bersemangat.

Tetapi saat perjamuan makan, terbukalah mata mereka bahwa Dialah Yesus yang hidup. Mereka menjadi berkobar kobar, tidak takut, bersuka cita. Mereka segera kembali ke Yerusalem. Mereka tidak diam saja tetapi mewartakan pada teman-temannya. Dan di Yerusalem sekali lagi mereka berjumpa dengan Yesus.

Habis gelap terbitlah terang. Kegelapan hati mereka dihalau oleh terang kebangkitan. Para murid dipanggil menjadi saksi atas semua ini. Maka Petrus dan Yohanes mewartakan Yesus yang bangkit dan minta kepada orang-orang supaya percaya dan bertobat agar dosanya diampuni.

Surat Yohanes menyebutkan bahwa Yesus adalah pengantara Bapa yang mendamaikan kita dan dunia supaya terbebas dari dosa.

Marilah kita yang sudah dibaptis menjadi saksi Kristus, membawa damai bagi sesama dan dunia. Sumber iman itu kita dapatkan kalau kita rajin ekaristi. Karena di sanalah kita sungguh-sungguh berjumpa dengan Yesus seperti dialami dua murid di Emaus. Mari besuk datang ke perjamuan-Nya.

Tuhan menantimu. Salam dan Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here