Rahmat Tuhan Membawa Bahagia

0
436 views
Ilustrasi (Ist)

RAHMAT Tuhan selalu melebihi kemampuan manusia. Namun sering manusia melarikan diri dari rahmat Tuhan. Semestinya manusia senantiasa mendekatkan diri kepada rahmat Tuhan itu.

Ada dua buah kotak di tangan seorang laki-laki. Menurutnya, dua kotak itu diberikan oleh seorang bijaksana kepadanya untuk dijaga. Ia sangat senang dipercaya oleh orang bijaksana itu. Orang bijaksana itu meminta dia untuk memasukkan semua penderitaannya ke dalam kotak yang berwarna hitam.

“Orang bijaksana itu juga meminta saya untuk memasukkan semua kebahagiaanku ke dalam kotak yang berwarna emas. Aku hanya melakukan apa yang dimintanya,” kata laki-laki itu.

Setiap kali mengalami kesedihan, lelaki itu meletakkannya ke dalam kotak hitam. Sebaliknya, ketika bergembira, maka ia meletakkan kegembiraannya ke dalam kotak berwarna emas.

“Anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat. Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula,” katanya.

Dengan penuh penasaran, ia membuka kotak berwarna hitam. Ia melihat sebuah lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu. Akibatnya, semua penderitaan yang ia masukkan ke sana selalu jatuh keluar.

“Ke mana perginya semua penderitaanku?,” tanyanya kepada orang bijaksana itu.

“Semua penderitaanmu berada pada Tuhan. Sebenarnya, dua kotak itu berasal dari Tuhan. Kotak emas diberikan, agar kamu senantiasa menghitung rahmat yang Tuhan berikan kepadamu. Sedangkan kotak hitam diberikan, agar kamu melupakan penderitaanmu,” jawab orang bijaksana itu sambil tersenyum.

Jangan campur aduk
Sering satu kesedihan atau penderitaan menyelubungi seluruh hidup manusia. Padahal rahmat Tuhan selalu lebih banyak yang diperoleh dalam hidup ini. Ketika melihat hidup ini dari sisi hitam, manusia hanya akan menemukan penderitaan dalam hidup.

Namun ketika manusia melihat hidup ini dari sisi positif, manusia akan menemukan sukacita.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa ada banyak penderitaan yang mesti ditanggung oleh manusia dalam perjalanan hidupnya. Namun sebenarnya rahmat kebahagiaan selalu lebih banyak daripada penderitaan. Memusatkan perhatian pada penderitaan membawa manusia pada hidup yang tidak terarah. Hidup lebih didominasi oleh keluh kesah yang tak henti.
Ketika orang berserah diri kepada Tuhan, orang akan mengalami sukacita dan damai. Mengapa? Karena seluruh hidup manusia dilingkupi oleh Tuhan. Tuhan bahkan mengambil seluruh penderitaan manusia. Hasilnya, manusia lebih memperjuangkan kebahagiaan dalam hidupnya.
Mari kita terus-menerus memperjuangkan dan menghidupi sukacita dan damai dalam hidup ini. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih bermakna. Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati. **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here