Renungan Harian Kamis, 21.11.19: PW St. Maria Dipersembahkan kepada Allah

0
305 views
Ilustrasi: Ist

Luk.19: 41-44

Beberapa hari ini para Romo dan Dewan Pastoral Paroki Harian Kevikepan DIY mengikuti Temu Pastoral di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan. Fokus pastoral yang diolah dan direfleksikan bersama adalah Umat Katolik yang Transformatif.

Dalam pertemuan selama tiga hari para peserta diajak untuk berdinamika, mencermati program pelayanan yang dibuat oleh komisi-komisi Kevikepan, mendengarkan penjelasan dari Dewan Pastoral Keuskupan, dan berdiskusi.

Harapannya setelah temu pastoral ini, Dewan Pastoral Paroki mempunyai banyak bekal sesuai dengan situasi dan kekhasan paroki untuk menyusun program pelayanan.

Program pelayanan yang dibuat diharapkan berdampak bagi umat dan masyarakat. Atau dengan kata lain program yang dibuat berdaya ubah bagi dirinya sebagai anggota Gereja dan berdaya ubah bagi umat Katolik pada umumnya.

Bacaan Injil yang kita dengarkan pada hari ini menceritakan Yesus yang menangisi kota Yerusalem. Kota yang menyandang sejumlah keistimewaan; tempat Bait Allah, pusat ibadah seluruh warga Israel.

Tempat umat yang seharusnya membangun relasi akrab dengan Allah. Namun kota yang istimewa itu tidak membuat para penghuninya istimewa.

Kota yang menawarkan nilai nilai transformatif, tetapi tidak pernah mengubah penghuninya sebagai orang yang mau berbenah dan berbuah. Mereka tetap menutup hati akan kehadiran Kristus yang membawa dan menawarkan keselamatan.

Kita adalah warga Yerusalem Baru. Akankah Yesus juga akan menangisi kita?

Mari kita bangun dari tidur. Kita diajak untuk menjadi orang Katolik yang berdaya ubah. Untuk bisa berdaya ubah, kita diajak untuk berbenah.

Semoga pengalaman doa sebagai wujud konkret dari perjumpaan kita dengan Kristus membenahi hidup kita sehingga kita menjadi pribadi pribadi yang transformatif.

Tuhan melimpahkan berkat-Nya untuk anda sekeluarga. @diopr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here