Reuni Kaum Berjubah Noemuti, Atambua Meriah dan Semarak

0
256 views
Para peserta reuni mengikuti berbagai kegiatan. (Sesawi.Net/Loop/Rm.Yudha)

Luarbiasa dan hebat. Bisa jadi ungkapan ini tepat untuk menggambarkan kekeluargaan para anggota Ikatan Kaum Berjubah Noemuti (IKBN), yang terdiri dari para rohaniwan, biarawan/ti dan seminaris yang berasal dari Noemuti, sebuah wilayah di TTU, Nusa Tenggara Timur dan merupakan salah satu paroki di Keuskupan Atambua, Timor.

Selama tiga hari (Selasa-Kamis/3-5 Juni 2018), IKBN mengadakan kegiatan reuni di Gereja Paroki Noemuti. Reuni ke-12 ini dikomandani Ketua IKBN Rm Yohanes Subani Pr bersama sekretaris Rm Theodorus Silab, Pr dan bendahara Sr. Lambertin Bifel, KYM.

Sebanyak 56 dari 213 anggota IKBN hadir dalam reuni ini. Acara pembukaan (Selasa, 3/7/18) diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh salah satu anggota IKBN, Rm Aloysius kosat, Pr.

Para peserta reuni foto bersama di depan Gereja. (Sesawi.Net/Loop/Rm.Yudha Pramana)

Dalam kotbahnya, Pastor yang bertugas di Paroki Seon ini mengajak semua peserta untuk belajar dari Rasul Thomas agar memiliki sikap pribadi yang kritis, tegas, setia dan berkomitmen.

Hadir dalam Kegiatan Reuni ini adalah para imam, suster, frater, bruder dan para seminaris se-Noemuti. Kegiatan ini dihadiri pula bupati Kabupaten TTU, Raymundus Sau, S.Pt.

Di hari kedua (Rabu, 4/7/18), kegiatan dilanjutkan dengan seminar sehari bagi kelompok orang muda katolik se-Paroki Noemuti. Sekitar 1.000 orang muda katolik datang dari 38 lingkungan di paroki ini. Pemateri seminar ini adalah Rm. Oktovianus Naif Pr dan P. Mikhael De Fretez SVD.

Pater Mikhael dalam ceramahnya menunjukkan sejumlah masalah yang dihadapi kaum muda saat ini. “Kaum Muda sejak dahulu memiliki semangat pembaharu yang kuat. Namun pada masa kini, kaum muda mengalami degradasi moral, iman dan kepribadian yang besar.” demikian antara lain kata imam yang berkarya di Ende ini.

Sementara Rm Oktovianus Naif Pr membuka materinya dengan mengajak peserta untuk belajar dari kutipan teks Kitab Suci tentang cerita mengenai Anak bungsu yang bersenang – senang hingga akhirnya makan dari makanan babi.

“Kisah Anak yang hilang dalam Kitab Suci adalah kisah inspiratif bagi orang muda untuk belajar tidak berfoya-foya dahulu dan susah kemudian”, kata Naif, Dosen yang berkarya di Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui Kupang.

Hari ketiga reuni (Kamis, 5/7/18), diisi dengan kegiatan seminar tentang pendidikan dalam keluarga. Seminar hari ketiga ini diikuti oleh para pasutri utusan dari 38 lingkungan se-paroki Noemuti dan para orang tua dan keluarga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Imam, Biarawan/ti dan Seminaris.

Dengan penuh antusias, para peserta menyimak materi dan berdiskusi dengan para pembicara P. Andreas Tefa Sau, SVD dan Bpk Fransiskus Salem, SH.
Reuni pun ditutup dengan misa kudus yang dipimpin oleh Rm. Kornelis Salem, Pr.

Dalam perayaan penutup ini, pastor paroki Noemuti Rm. Agustinus Berek, Pr menyampaikan apresiasi kepada para peserta reuni. “Anda sekalian telah datang tidak sekedar untuk bernostalgia tetapi juga untuk menghebatkan kami di Noemuti. Selama ini anda menghebatkan orang di tempat tugas masing-masing, tiga hari ini anda datang menghebatkan kami di kampung halaman,”ujar pastor Agus dengan penuh kebanggaan.

Penulis : Rm. Flavi Kuftalan, Pr & Rm. Yudha Pramana, Pr.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here