Reunian Seminaris guna Teguhkan Komitmen Pastur dalam Imamat

0
1,098 views

SEBUAH isi syering dikisahkan oleh Widiarto, alumnus Seminari Mertoyudan tahun masuk CP 1963, ketika bersama koleganya sesama seminaris CP 1963 dan BC 1965 akhirnya berhasil menggelar reunian sederhana, setelah 40 tahun tidak saling bertemu. Reunian ini diprakarsai oleh Sri Martono yang kemudian berhalo-halo  melalui milis dan bbm hingga kemudian terjadilah apa yang mereka harapkan: reunian kecil di antara alumni Mertoyudan CP 1963 dan BC 1965.

Tepatnya di sebuah kafe di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, perhelatan kangen-kangenan itu terlaksa sudah hari Minggu, 5 Februari  2012 lalu. “Pokonya suasana heboh, riuh rendah ora karuan,” kata Widiarto kepada Redaksi Sesawi.Net.

“Setelah 40 tahun tidak ketemu, ada yang masih kenal dan ada juga yang sudah tidak mengenal,” jelas Widiarto  seraya menambahkan  jumlah  peserta reunian “hanya” 20 kepala saja. “Karena masih hanya sebagian, maka disepakati akan dibuat daftar teman-teman seangkatan untuk kemudian diadakan reunian yang lebih serius,” tandasnya.

Menurut Widiarto, pertemuan hari Minggu lalu itu merupakan “reunian” pertama kali di kalangan seminaris gaek. Namun dari pertemuan itu bisa diharapkan sebuah gema besar, yang menurut Widiarto, bisa menjadi semacam penggerak semangat untuk salih meneguhkan dan tentunya berguna untuk alma mater, para alumni, dan Gereja. “Juga ingin meneguhkan rekan-rekan angkatan yang masih menjadi imam,” kata Widiarto.

Di akhir acara, diadakan acara bantingan nyawer hingga terkumpulah sedikit Rp 1,6 juta dan itu langsung disumbangkan untuk Seminari Mertoyudan. “Jangan dilihat angkanya, tapi semangatnya membantu alma mater,” tandas Widiarto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here