RIP Kardinal Carlo Maria Martini, SJ

0
1,874 views

Kardinal Carlo Maria Martini, seorang kardinal yang dikenal berpandangan liberal di dalam hirarki Gereja Katolik dan yang selalu dianggap sebagai calon paus dalam beberapa dekade terakhir, telah menghadap Bapa di surga pada usia 85 tahun, Jumat, 31 Agustus 2012 di Italia.

Kardinal Martini yang juga seorang Jesuit ini pernah menjadi Uskup Agung Milan. Beliau berjuang melawan penyakit Parkinson selama beberapa tahun terakhir ini dan Kamis malam lalu kondisinya dinyatakan kritis hingga akhirnya wafat.

Kardinal Martini selama ini dikenal sebagai kardinal yang sering dianggap liberal dan progresif, berpandangan terbuka lewat pendapatnya berkaitan dengan penggunaan kondom dalam memerangi HIV/AIDS, selibat para imam dan juga isu-isu homoseksual, namun walaupun demikian beliau tetap setia di dalam kesepahaman ajaran Gereja. Beliau adalah seorang intelektual unggul di dalam Gereja Katolik, ahli kitab suci yang terkenal, namun juga dikenal sebagai gembala umat yang baik dan hangat serta bersahabat dengan umat.

Selama kepemimpinan Johannes Paulus II, Kardinal Martini selalu digadang-gadang menjadi paus berikutnya walaupun dia dikenal berpandangan liberal, namun sangat populer di antara para kardinal. Demikian juga pada konklaf terakhir lalu tahun 2005, namanya kembali disebut sebagai calon kuat paus berikutnya.

Lewat kontribusinya di dalam harian Corriere della Sera di dalam kolom “Surat-Surat untuk Kardinal Martini”, beliau dikenal luas oleh masyarakat Italia karena mendiskusikan dan membahas banyak pertanyaan-pertanyaan yang dikirimkan berkaitan dengan topik iman katolik. Beliau menjawab setiap pertanyaan dengan bahasa yang sangat dimengerti oleh pembaca kebanyakan walaupun selalu diikuti dengan kutipan-kutipan kitab suci. Pribadinya yang hangat membuat kolom ini merupakan sebuah “obrolan” antara Kardinal Martini dengan umat, tidak terkesan mengkotbahi tetapi penuh kedekatan dan komunikatif.

Dilahirkan di Turin 15 Februari 1927, Martini muda ditahbiskan menjadi imam Serikat Jesus pada usia 25 tahun. Dia ditahbiskan menjadi Uskup Agung Milan pada tahun 1979 hingga 2002. Dalam rentang waktu itu dia pernah menjadi Ketua Konferensi Para Uskup Eropa selama 6 tahun sampai tahun 1993. Di masa pensiunnya, dia berkeinginan untuk menghabiskan masa tuanya di Yerusalem, namun penyakit Parkinson yang makin parah memaksanya kembali ke Italia.

Pada bulan Juni lalu beliau mengumumkan bahwa tidak sanggup lagi mengasuh kolom di harian Corriere della Sera, dengan mengatakan “Waktunya sudah tiba di mana usia dan sakit sudah memberikan sinyal yang sangat jelas kepadaku untuk berhenti melakukan hal duniawi dan bersiap untuk Datangnya Kerajaan Surgawi….doa-doa saya untuk setiap pertanyaan yang belum terjawab”

Selamat beristirahat dalam damai, Kardinal Martini..rahmat Tuhan sudah besertamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here