Seri Pastoral OMK 6: Gembala Purna Waktu dalam Memulai Suatu Komunitas

0
120 views
Ilustrasi: Rosario Akbar OMK se Paroki St. Theresia Jambi. (Ist)
Rosario Akbar OMK se Paroki St. Theresia Jambi. (Ist)

Dunia gembala

Model lain yang dapat dipakai dalam pembinaan atau pendampingan OMK adalah model Gembala. Tentu model ini diinspirasi dari kisah gembala yang baik yakni Yesus.

Dipaparkan dalam Injil Yohanes seorang gembala bertanggung jawab atas suatu kawanan.  Sang gembala menerjunkan diri sungguh dalam penggembalaan sehingga bisa dikatakan ia seorang full timer untuk kawanan itu.  Pemberian waktu ini menyebabkan gembala memiliki pengenalan yang mendalam atas domba-dombanya.

Ia cermati satu persatu sehingga relasi dengan yang diurus itu bukan sekedar relasi fungsional melainkan personal.  Fokus utamanya untuk mengarahkan ke padang rumput yang hijau.  Oleh karenanya dalam proses membawa pada padang rumput ia bersedia untuk melindungi kawanan itu dari serangan serigala yang jahat.

Komunitas baru

Bagaimana dunia gembala itu diterapkan dalam pembinaan orang muda? Model ini cocok diterapkan untuk mendampingi komunitas OMK yang baru dibentuk atau memulai.  Biasanya komunitas yang baru memulai memang membutuhkan pendampingan yang lebih detil.  Kehadiran sang pembina memberi wawasan tentang kepemudaan dan cara pengelolaan komunitas atau berorganisasi.  Bisa juga ia membantu para OMK menemukan visi dari komunitas ini.

Ia memastikan para OMK yang terkumpul dapat merasakan betah dengan komunitas barunya.  Ia memikirkan bagaimana mereka ini dapat diberi makanan rohani yang sesuai dengan kondisi mereka. Pendampingan pada bagian awal ini sangat menentukan bentuk dan dinamika OMK selanjutnya. 

Lingkungan yang menantang

Juga model gembala ini cocok untuk mendampingi komunitas OMK yang berhadapan dengan kelompok yang menekan atau lingkungan yang rawan bahaya.  Untuk berhadapan dengan kelompok yang menekan misalnya dari kalangan orang tua yang kurang sepaham atau kelompok senior lainnya yang kurang kooperatif, peran pembina disini seumpama gembala yang menjaga dombanya dari serangan serigala.

Juga bahaya dalam arti lingkungan yang lemah moralnya (judi, mabuk-mabukan, narkoba dsb), tentunya pembina dapat menjadi pengarah moral bagi OMKnya.  Ia dapat memonitoring para OMK.

Untuk itu sang pembina dalam proses pendampingan benar-benar memikirkan bagaimana kawanan yang didampingi ini dapat mandiri dan memiliki ikatan yang kuat.  Perlu dipikirkan sesuatu yang mengikat antar OMK sehingga mereka kokoh sebagai satu komunitas dan kemudian siap untuk mengurus komunitasnya. Bila kawanan dipandang telah cukup siap, pembina tanpa segan-segan dapat memberikan ruang lebih luas kepada mereka.

 Belajar menjadi Gembala yang baik

Tentu untuk masuk dalam model ini para pembina bisa menempatkan diri sebagai gembala yang mendampingi suatu komunitas OMK. Pembina secara otomatis mematangkan kepribadiannya dengan menghayati semangat gembala yang baik.

Ia perlu mendalami spiritualitas gembala yang baik sebagai acuan pelayanannya.  Banyaknya tantangan baik internal maupun eksternal dapat melemahkan tugas pendampingannya bila ia melepaskan diri dari spiritualitas gembala yang baik.

 Catatan untuk pembina

  • Menekankan relasi yang hangat, menarik dan baik.
  • Hadir bagi semuanya.
  • Memiliki visi yang jelas .
  • Menjaga dengan penuh kasih bukan tukang pukul.
  • Rela memberi banyak waktu.

seri Pastoral OMK: Petani yang Tekun Menggarap Lahan dan Tanaman (5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here