Seruan dari Kupang, NTT: Mari Merawat Kehidupan dan Nyawa Manusia

0
941 views
Para pejuang kemanusiaan dari kalangan suster biarawati dan lainnya yang berjuang melawan praktik perdangan manusia di Kupang, NTT dan sekitarnya. (Ist)

SUNYI, ini benar-benar sepi… dan juga sendiri.

Mencoba memperbaiki suara yang selalu bungkam, membisu, dan tuli

Aku ingin berteriak, bersuara, namun suaraku sudah terlanjur menjadi parau.

Sudah tak terdengar lagi…

Hatiku merasa tersobek-sobek, setiap kali harus di depan mataku sendiri harus menyaksikan keserakahan manusia.

Mereka-mereka ini benar-benar telah dijadikan komoditi: Barang untuk diperjual-belikan. Untuk mendapatkan keuntungan.

Oleh siapa?
Susah menjawabnya, jadi ya entahlah.

Menyuarakan pentingnya menghormati dan merawat kehidupan dan menjaga nyawa manusia. (Ist)

Manusia adalah maha karya-Mu…
Namun telah direndahkan martabatnya, disiksa, menderita, dan akhirnya meregang nyawa.

Para pelaku dibebaskan, bisa berkeliaran. Tak tahu rimbanya…
Sedih…. Kecewa… Pilu…

http://www.asianews.it/news-en/Missing-for-14-years,-Indonesian-migrant-finally-hugs-her-father-thanks-to-a-nun-46703.html


Berjuang merawat budaya kehidupan dan menjawa nyawa manusia. (Ist)

Aku hanyalah… perempuan lemah

Tak berdaya…. Lemas… Juga telah lunglai…

Aku berharap ada yang bisa menyambungkan suaraku…

Yang sudah tidak mampu bersuara lagi… Yah…. SUARA KEBISUAN.

Hanya pada-Mu aku berharap pada Sang Pemberi Hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here