Sidang Signis Indonesia ke-46 di Keuskupan Padang: Adat Minang-Mentawai Sambut Peserta (1)

0
140 views
Tari adat Minang dan Mentawai sambut para peserta sidang Signis Indonesia di Keuskupan Padang. (Sr. Maria Seba SFIC)

SIDANG tahunan para komunikator profesional Katolik yang tergabung dalam Signis Indonesia kembali digelar. Kali ini diadakan di Keuskupan Padang, Sumatera Barat.

Pertemuan Signis Indonesia ke-46, cabang lokal di Indonesia dari Asosiasi Komunikasi Katolik Sedunia ini berlangsung tanggal 15-20 Februari 2020 di Puri Dharma Katedral Keuskupan Padang, Sumatera Barat.

Lebih dari 32 peserta yang kebanyakan imam yang bekerja di bidang komunikasi sosial di keuskupan masing-masing serta kaum awam ini tiba di Keuskupan Padang tanggal 15 Februari 2020.

Para peserta sidang Signis Indonesia ke-46 di Keuskupan Padang, Sumbar (Sr. Maria Seba SFIC)

Sambutan meriah dengan upacara adat Nyirih khas Minangkabau.

Nyirih biasanya dilakukan untuk upacara penyambutan tamu kehormatan dalam budaya Minang. Hal ini merupakan simbol alam yang mewakili kerendahan, saling kasih dan menghormati satu sama lain.

Disusul prosesi adat lainya yakni Tarian Galombang dan Tarian Mentawai yang semakin menambah semaraknya nuansa tradisional. Seluruh peserta Signis dikalungi dengan manik-manik khas Mentawai.  

Hadir dalam upacara penyambutan meriah di kompleks Kantor Komisi Komsos Keuskupan Padang:

  • Sekretaris Jenderal Signis Asia: Bernadetta Widiandajani.
  • Ketua Komsos Keuskupan Padang: Romo Bernard Lie Pr.
  • Badan Pengurus Signis Indonesia.
  • Seluruh peserta Sidang Signis Indonesia 2020.
Para pendukung pentas tari gaya Minang dan tradisi Mentawai dari Provinsi Sumatera Barat. (Sr. Maria Seba SFIC)

Setelah itu rombongan dipandu oleh panitia lokal untuk meninjau Kantor Komisi Komsos  Keuskupan Padang, Radio BOOS & Radio DB, serta Columbarium Keuskupan di mana mendiang Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang dimakamkan.

Tema sidang

Setelah coffeebreak, acara kemudian dilanjutkan dengan seminar pembuka yang diawali dengan pemutaran video sejarah Keuskupan Padang dan penyampaian arah pastoral Keuskupan padang oleh Ekonom Keuskupan Padang Romo Alexius Sudarmanto Pr.

Menurut Romo Alexius Sudarmanto Pr, tema sidang Signis ke-46 “Peran Media dalam Membangun Persaudaraan Insani Bersama Orang Muda iniselaras dengan fokus pastoral Keuskupan Padang yang terumus dalam Musyawarah Pastoral (MUSPAS) serta rencana strategis Pastoral yakni “Menjadi Gereja yang Mandiri dan Berbuah” dalam lima poin berikut:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan penghayatan liturgi.
  2. Mengembangkan katekese sebagai sarana pewartaan dan peningkatan kesadaran untuk hidup menggereja dan bermasyarakat.
  3. Meningkatkan pelayanan dalam bidang pengembangan endid ekonomi (PSE), pendidikan, dan kesehatan.
  4. Meningkatkan persekutuan dalam keluarga, KBG, dan kelompok kategorial.
  5. Meningkatkan kesaksian sebagai orang Katolik.

“Kami berharap dengan diadakannya Sidang Tahunan Signis di Keuskupan Padang ini bisa membantu mewujudkan strategi pastoral Keuskupan Padang dan mendorong orang muda katolik terlibat dalam pelayanan pewartaan pastoral territorial maupun kategorial,” ungkap Romo Alexius.

Presiden Signis Indonesia sekaligus Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, Romo Steven Lalu Pr dalam pengantarnya menjelaskan berikut ini.

Sidang Signis Indonesia ke-46 di Keuskupan Padang. (Ist)

Sidang tahunan Signis ke-46 di Keuskupan Padang ini merupakan upaya dalam menanggapi seruan Deklarasi Abu Dhabi. Yakni, Gereja Katolik Nasional mengangkat tema “Membangun Persaudaraan Insani”.

Sementara Gereja Lokal Keuskupan Padang memberi salah satu perhatiannya pada Generasi Muda.

“Bertolak dari pelbagai fokus perhatian ini maka, Rapat Anggota 2020 juga akan merefleksikan bersama peran media dan para pelaku komunikasi modern dalam membangun persaudaraan insani bersama orang-orang muda,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here