Suster SND: Tiga Berkaul Kekal, Lima Berpesta Hidup Bakti 40-50-60 Tahun

0
315 views
Tiga suster SND berkaul kekal. (ME Soesiati/Paroki Pekalongan)

“BERPRESTASILAH, karena rahmat prestise itu telah diterima.”

Inilah pesan Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono kepada para Suster SND. Itu dikatakan dalam homili saat berlangsung Ekaristi Syukur bertepatan dengan seremoni kaul triprasetya religius di Biara Induk Soeurs de Notre Dame (SND) Pekalongan, Jumat, 15 Februari 2019 lalu.

Bertempat di Kapel Susteran SND di Jl. Veteran Pekalongan, dihadiri kurang lebih 250 tamu undangan dan keluarga, tiga suster muda SND mengikrarkan kaul kekalnya  dalam Ekaristi Syukur dengan selebran utama Mgr Christophorus Tri Hrasono.

Tiga suster SND mengucapkan komitmen hidup kekal dalam Kongregasi Suster SND.

Ketiga suster tersebut ialah;

  • Sr. Maria Lucia SND.
  • Sr. Maria Angela SND.
  • Sr. Maria Irania SND.

Berkenan menyerahkan cincin kepada tiga suster adalah Pimpinan Kongregasi Suster SND yang secara khusus datang dari Italia: Sr. Marry Christine SND.

Prosesi araka-arakan.
Uskup Keuskupan Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono.
Arak-arakan menuju Kapel Biara Induk Kongregasi Soeurs de Notre Dame (SND).

Pesta hidup membiara

Bersamaan dengan acara Kaul Kekal tiga suster, lima orang suster senior merayakan pesta Ulang Tahun Serah Setia:

  • Sr. Maria Ignasia SND: 60 tahun hidup bakti.
  • Sr. Maria Tekla SND: 50 tahun.
  • Sr. Maria Godefrieda SND: 50 tahun.
  • Sr. Maria Katarina SND: 50 tahun.
  • Sr. Maria Virgo SND: 40 tahun.

Dari lima pestawati hanya Suster Godefrieda SND dan Suster Virgo SND yang hadir. Tiga pestawati yang lain tidak bisa hadir karena sedang sakit.

Para suster Kongregasi Soeurs de Notre Dame.
Mereka yang akan mengucapkan Kaul Kekal Triprasetya dalam Kongregasi SND di hadapan Provinsial Sr. Maria Monika SND (belakang kanan) dan Sr. Marry Christine,  Pemimpun Umum SND dari Italia.
Sukacita hidup membiara sebagai suster biarawati Kongregasi Soeurs de Notre Dame.

Jangan serakah

Mgr. Christophorus Tri Harsono menyampaikan bahwa dalam agama Katolik diyakini  Tuhan menghormati mereka yang hidup menikah dan yang hidup tidak menikah/membiara. Itu sebabnya dua dari tujuh sakramen dalam Agama Katolik adalah Sakramen Pernikahan dan Sakramen Imamat.

Ada beberapa yang mendapat panggilan  hidup religius, lainnya tidak. Kita tidak boleh mendapatkan kedua sakramen itu sekaligus, hanya salah satu saja. “Jadi, ya jangan serakah,” demikian seloroh Uskup Keuskupan Purwokerto ini.

Lebih lanjut disampaikan, begitu baiknya Allah Bapa, maka Ia berkenan melimpahkan karunia “prestise” kepada umatnya.

Para suster SND jubilaris yang merayakan pesta hidup bakti sebagai suster religius Soeurs de Notre Dame selama 40, 50, dan 60 tahun (beberapa jubilaris tidak hadir karena sakit) dan tiga suster muda yang baru saja mengucapkan triprasetya kekal.

Prestise itu bisa berupa gelar apa pun di masyarakat seperti gelar akademis, jabatan, kedudukan dan strata dalam masyarakat, tahbisan dan juga kaul kekal. Semuanya diterimakan oleh Allah karena kasihNya.

Karena itu kita yang telah mendapatkan anugerah prestise hendaknya bertanggungjawab dengan menunjukkan “prestasi” atas prestise masing-masing.

Almarhumah Sr. Maria Ignatia SND meninggal di hari pesta merayakan 60 tahun hidup baktinya sebagai suster biarawati Kongregasi Soeurs de Notre Dame.

RIP Sr. Maria Ignatia SND

Setelah merayakan Pesta 60 Tahun Berserah Setia di perayaan pagi harinya, pada sore harinya  Sr. Maria Ignasia SND meninggal dunia dan pergi menghadap Bapa di surga dengan penuh kedamaian.

Sr. Maria Ignasia SND berpulang dalam usia 84 tahun.

“The Lord gave and The lord has taken away. May The Name of The Lord be praised.” (Jonah 1:21).

RIP Sr. Ignatia SND: Pagi Pesta 60 Th Hidup Membiara, Sorenya Meninggal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here