Tak Ada yang Abadi

1
404 views
Ilustrasi: Seorang suster tengah mendandani peserta Jambore Nasional SEKAMI di Pontianak 3-6 Juli 2018. (Mathias Hariyadi)

SEKALI waktu, saya ditanyai oleh seorang anak OMK.

Katanya sebagai berikut. Mengapa ada kelahiran dan harus berakhir dengan kematian? Mengapa ada pertemuan dan berakhir dengan perpisahan?

Hidup itu misteri.

Ada banyak hal yang terjadi padamu, aku, dan semua orang di dunia ini yang terkadang tidak dapat kita mengerti.

Begitulah realita hidup yang pasti terjadi pada setiap orang. Semuanya melewati hal yang sama, namun kapan, di mana, jam berapa kejadian itu,  semua tidak ada yang tahu.

Selama kamu hidup, bergerak, dan ada, maka kamu akan melewati  sukaduka, kelahiran dan kematian, pertemuan dan perpisahan, karena di dunia ini tidak ada yang abadi.

Di saat kamu kehilangan orang yang kamu cintai, kamu putus asa, kecewa, saat kamu merasakan hidup ini tidak ada artinya lagi, saat itu muncul pertanyaan: “Tuhan, mengapa aku masih hidup?”

Mengapa aku tidak ikut meninggal? Mengapa ini terjadi padaku, pada keluargaku? Apa salahku Tuhan?

Aku belum siap hidup sendiri.

Apakah kamu mau hidup setiap hari dengan seribu pertanyaan kepada Tuhan, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan, dan juga menyalahkan orang lain?

Pertanyaan itu tidak akan ada habisnya.

Coba kamu renungkah setiap persoalan yang terjadi di hidupmu. Apa makna dari setiap peristiwa di hidupmu, jangan pernah kamu berpikir, hanya kamu orang satu-satunya yang pernah kehilangan orang yang kamu cintai, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan sahabat terbaik.

Kamu jangan terlalu mengagap dirimulah orang yang paling menderita, masalahmulah yang paling berat.

Semua orang punya masalah, hanya tergantung bagaimana cara menyelesaikannya. Setiap orang pernah kehilangan orang yang dicintainya.

Kamu, aku, dan kita semua yang hidup di dunia fana ini akan melewati semuanya. Selama kamu hidup, kamu tidak akan menemukan yang abadi, kecuali Adorasi Abadi.

Kamu akan bersama-sama orang yang kamu cintai, ketika kamu beristirahat bersama Allah.

Sebab segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, itu semua karena Tuhan.

Mari kita syukuri semua pemberian Tuhan itu.

Ingat kita hanya alatnya Tuhan, selebihnya Tuhanlah yang mengatur hidup kita.

Segalanya dari Tuhan dan akan kembali pada Tuhan.

1 COMMENT

  1. Saya meragukannya-yang dikatakan “tak ada yang abadi”. itu sebjektivitas semata. Dan misteri itu bukanlah sesuatu yang mustahil diketahui suatu saat semuanya akan tersingkap dalam kesadaran kita maupun saat kita tidak sadar. seperti halnya dengan kita tidur di malam hari dan bangun di hari esok. ketersingkapannya menyusul berupa perwujudan dari mimpimu yang kamu ingat. oke!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here