“The Meg”, Jangan Sembrono dengan Hiu Purba

0
198 views
Resensi film "The Meg" (Ist)

TAK dinyana, tiba-tiba saja hiu purba yang dikenal namanya sebagai Megalodon ‘hidup lagi’ di zaman modern. Binatang buas yang lebih suka hidup di kedalaman lautan ini memporak-porandakan kapal selam hingga membuat penyelam kawakan bernama Jonas Taylor (Jason Statham) kena damprat. Ia sengaja membiarkan awak kapal selam itu mati di kedalaman lautan.

Trauma dan rasa malu itu membuat Jonas hidup menyepi di Thailand sampai akhirnya dia dipanggil untuk misi penyelamatan awak peneliti biota laut yang ‘berkumpul’ di Mana One –nama sebuah laboratorium riset kelautan di perairan Tiongkok.

Awalnya, Jonas ogah melakukannya. Barulah kemudian, ia setuju menyelam kembali setelah mantan isterinya yang bernama Lori terjebak di kedalaman lautan dan ada dalam bahaya.

Rentetan misi penyelamatan kru laboratorium riset inilah hari-hari sibuk yang mengisi Jonas Taylor bersama Dr. Minway Zhang dan puterinya penyelam dan periset laut Suyin Zhang (Li Bingbing). Ada getaran emosi cinta mengisi relung-relung hati Jonas dan Suyin, peneliti China ini.

Tak mudah menaklukkan Megalodon yang dari namanya kemudian muncul judul film anyar serba menghibur ini: The Meg. Menyerbunya dengan ledakan berhasil membunuhnya. Tapi ancaman muncul lagi, karena The Meg jumlahnya tidak hanya satu ekor, melainkan dua.

Adegan demi adegan lucu sekaligus horor tampil menawan di The Meg. Meski muncul bintang terkenal dari China, namun ‘nyawa’ The Meg tetaplah pada si Jason Statham yang dijuluki The Crazy oleh bocah cilik Suyin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here