“The Purity of Vengeance”, Dendam Rasial kepada Kaum Perempuan

0
116 views
Resensi film "The Purity of Vengeance" (Ist)

EKSTREMISME itu kadang bisa mencapai tahapan di mana moralitas mulai diabaikan. Ini terjadi dalam film besutan Denmark bertitel The Purity of Vengeance.

Ada kelompok mafia dokter, perawat, dan lainnya di Denmark yang memiliki semangat anti perempuan tertentu dan mereka berusaha agar mereka jangan sampai memiliki keturunan.

Untuk mencapai tujuan ini, mereka melakukan tindakan operasi dengan cara pengebirian. Kalau perempuan, maka “perangkat” produksi keturunanannya akan diambil diam-diam. Sedangkan, kalau sudah telanjur hamil, maka bayi itu akan dikeluarkan paksa dengan cara aborsi atau lainnya.

Duo polisi bersama Carl Mørck (Nikolaj Lie Kaas) dan asistennya Assad (Fares Fares) mendapat tugas menguak misteri pembunuhan ini.

Drama kemanusiaan

Dua polisi yang bertugas menguak kasus kriminal melawan martabat manusia.

The Purity of Vengeance bukanlah film action, melainkan kisah drama kemanusiaan di mana perempuan dibuat tak berdaya ketika calon bayinya diambil paksa oleh “teknologi medik”. Pada bagian lain, kita melihat sosok perempuan muda yang harus melindungi oroknya dari upaya pemberangusan dari rahimnya.

Pusat semua kejahatan itu terjadi di sebuah klinik khusus merawat pasien perempuan “bermasalah” yang terletak di sebuah pulau kecil bernama Sprogø.

Salah satu perempuan yang menjadi korban eksperimen tak bermoral ini bernama Nete (Fanny Bornedal). Ia kedapatan hamil karena telanjur terbakar nafsu berahi usai ngeseks bersama saudara sepupunya.

Karena itu, oleh ayah kandungnya ia segera dikirim ke Pulau Sprogø di mana bayinya lalu ditangani dengan tangan dingin oleh  Dr. Wad (Elliott Crosset Hove), perawat sadis bernama Gitte (Luise Skov) pasien beringas penuh nafsu sesama jenis bernama  Rita (Clara Rosager).

Yang menarik dari The Purity of Vengeance ini bukan saja konten jalinan kisahnya tentang moralitas dan kemanusiaan. Melainkan juga, panorama indah di kala musim dingin di sejumlah lokasi di Copenhagen, Ibukota Denmark.

Film ini berbahasa Denmark, namun jalinan ceritanya bisa ditelisik dari kuatnya konten percakapan yang terjadi di sepanjang film ini.

Penulis skenario film ini dikerjakan oleh Bo Erhard Hansen, Nikolaj Arcel, dan Mikkel Nørgaard. Sedangkan Christoffer Boe bertindak sebagai pembesutnya yang mengerjakan film ini berdasarkan novel karya Jussi Adler-Olsen bertitel Department Q.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here