Tidak Takut Pada Siapa pun

0
184 views

“Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya, ‘Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran.’” (Mrk 12,14) 

BEBERAPA waktu yang lalu, Buya Syafii mengatakan bahwa Ahok adalah pemimpin petarung yang sudah putus urat takutnya, khususnya dalam hal memperjuangkan e-budgeting untuk APBD DKI tahun 2015. Dalam hal membela duit rakyat, dia berani pasang badan dan tidak takut dikeroyok parta-partai.

Takut adalah pengalaman yang manusiawi, artinya sering dialami oleh banyak orang. Ketakutan bisa muncul dalam diri seseorang, saat berada dalam kegelapan, di makam atau tempat angker, bepergian sendirian, berhadapan dengan orang asing, takut ketinggian, dsb. Orang merasa takut terhadap hantu atau makhluk sejenisnya, terhadap hal-hal yang ada di alam semesta, terhadap orang lain, bahkan ada yang takut terhadap dirinya sendiri. Ketakutan itu sering berkaitan dengan tidak adanya kepercayaan diri, perasaan diri yang kecil dan lemah, adanya tekanan atau ancaman yang membahayakan.

Di lain pihak, ada juga orang yang tidak mengenal rasa takut terhadap siapapun dan dalam situasi apapun.Mereka terus melangkah maju dengan gagah, berani menghadapi apa saja yang menghadang atau berada di depannya, mampu mengatasi berbagai macam rintangan dan hambatan yang ditemui, pantang melangkah surut atau mundur, siap mengambil resiko terburuk yang bisa terjadi. Mereka tidak takut karena mempunyai pelindung, kepercayaan dirinya kuat, kekuatannya bisa diandalkan, mempunyai senjata untuk membela diri, mempunyai teman dan sahabat yang siap menolong.

Ada juga orang yang tidak mengenal rasa takut, karena hidupnya baik dan benar, jujur dan transparan dalam banyak hal, tidak menipu dan apa adanya. Sikap dan perilakunya didasarkan pada konstitusi, UU dan ketentuan yang berlaku; tidak mencari kepentingan dan keuntungan bagi diri sendiri, tetapi selalu terarah pada kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Tidak ada seorang pun yang ditakuti, selain Allah sendiri yang harus disembah dan dihormati; didengarkan dan dilaksanakan rencana dan kehendak-Nya.

Pribadi macam apa diriku ini: penakut atau pemberani? Apa atau siapa yang kutakuti selama ini? Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here